Kamis, 4 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Program Makan Bergizi Gratis

Kanibalisme Pendidikan, Mengerdilkan Otak demi MBG  

MBG yang digadang-gadang sebagai program andalan pemerintah sekaligus penyelamat gizi nasional ternyata menyimpan sisi gelap.

Tayang:
TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf
ILUSTRASI MBG - Di Wonogiri kondisi ratusan siswa yang diduga keracunan setelah menyantap program makan bergizi gratis (MBG) sudah membaik. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai program andalan pemerintah sekaligus penyelamat gizi nasional, ternyata menyimpan sisi gelap justru di dapur anggarannya.  

Indonesia sedang menukar investasi masa depan dengan konsumsi masa kini. Pendidikan yang berkualitas membutuhkan stabilitas pendanaan riset, kesejahteraan guru yang bermartabat, dan fasilitas belajar yang memadai. Semuanya tidak bisa digantikan hanya dengan pembagian susu dan telur gratis.
 
Pendeknya, kejujuran dalam mengelola uang rakyat adalah fondasi utama kepercayaan publik. Klaim pemerintah bahwa anggaran pendidikan tetap utuh adalah narasi yang menyesatkan di tengah fakta bahwa sepertiganya dialihkan untuk logistik dapur. 

Indonesia  memang butuh anak-anak yang sehat, tetapi bangsa ini juga butuh anak-anak yang cerdas, guru yang sejahtera, dan ekosistem riset yang dinamis. 

MBG tidak boleh menjadi lubang hitam fiskal yang menyedot habis seluruh energi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama para pemilik masa depan Ibu Pertiwi. Jangan sampai demi memberi makan perut satu generasi, Indonesia justru mematikan otak dan masa depan banyak generasi selanjutnya.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved