Selasa, 7 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Transformasi Tata Kelola: Catatan Kunjungan Studi Banding Yayasan Joseph Esa Ene

Delegasi Yayasan Joseph Esa Ene Manado studi banding ke Strada, pelajari tata kelola pendidikan adaptif dan kolaboratif.

Editor: Glery Lazuardi
Dok Pribadi
Profile Tribunners: Odemus Bei Witono - Penulis adalah Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan Imam Jesuit, Kandidat Doktor STF Driyarkara, Kolumnis, Cerpenis, Pemerhati Pendidikan, dan domisili di Jakarta 

profile tribunners
PROFIL PENULIS
Odemus Bei Witono
Penulis adalah Direktur Perkumpulan Strada dan Pemerhati Pendidikan Imam Jesuit, Kandidat Doktor STF Driyarkara, Kolumnis, Cerpenis, Pemerhati Pendidikan, dan domisili di Jakarta

PERTUKARAN gagasan dan semangat pembaruan menjadi warna utama saat delapan delegasi dari Yayasan Joseph Esa Ene Manado menjejakkan kaki di Jakarta untuk sebuah misi edukasi yang krusial.

Rombongan yang terdiri dari jajaran strategis—mulai dari Ketua Pengurus Yayasan, para Kepala Sekolah, hingga Guru Potensial—hadir dengan satu tujuan besar: menyelami kedalaman tata kelola pendidikan di lingkungan Perkumpulan Strada.

Kunjungan ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk membedah bagaimana sebuah institusi pendidikan mapan mampu menjaga ritme kualitasnya di tengah disrupsi zaman, sekaligus mempererat jejaring persaudaraan antar-lembaga pendidikan Katolik di tanah air.

Fokus utama dalam rangkaian studi banding ini tertuju pada penguatan fondasi manajerial, terutama mengenai teknis penyusunan Rencana Strategis (Restra) yang adaptif namun tetap membumi.

Para peserta dari Manado diajak untuk melihat bagaimana sebuah visi besar diterjemahkan ke dalam indikator kinerja yang terukur, sehingga setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar data yang kuat.

Diskusi hangat pun tercipta saat mengupas tuntas metode monitoring dan evaluasi yang konsisten, di mana pengawasan bukan lagi dianggap sebagai beban administratif, melainkan instrumen penting untuk menjamin bahwa standar pelayanan pendidikan tetap berada pada koridor keunggulan yang telah ditetapkan.

Perjalanan berlanjut dengan peninjauan langsung ke lapangan, menyisir denyut nadi aktivitas pendidikan di dua kompleks sekolah Strada yang berlokasi di Bekasi dan Jakarta Selatan. Di sana, para delegasi menyaksikan bagaimana teori-teori tata kelola yang dibahas sebelumnya diimplementasikan secara nyata melalui berbagai best practice atau praktik baik.

Mulai dari manajemen fasilitas yang apik hingga budaya kerja guru yang kolaboratif, setiap sudut sekolah memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya detail dalam membuat ekosistem pembelajaran kondusif.

Pengalaman empiris di kedua lokasi ini memberikan gambaran jernih bahwa keberhasilan sebuah sekolah sangat ditentukan oleh integrasi harmonis antara manajemen kantor pusat dan unit pelaksana di lapangan.

Salah satu aspek yang paling menarik perhatian rombongan adalah bagaimana Perkumpulan Strada membangun sistem kemitraan terbuka antara pihak sekolah dan orang tua murid. Melalui tata kelola yang transparan, kepercayaan publik terbangun dengan sendirinya, yang kemudian berdampak pada stabilitas pertumbuhan sekolah.

Delegasi dari Yayasan Joseph Esa Ene melihat sendiri bahwa efisiensi birokrasi dan kejelasan alur instruksi mampu meminimalisir hambatan operasional, sehingga energi para pendidik dapat sepenuhnya tercurah untuk mendampingi tumbuh kembang siswa secara holistik, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter.

Antusiasme terpancar jelas dari wajah para peserta saat mereka menyadari bahwa setiap perubahan kecil dalam tata kelola organisasi memiliki dampak domino yang signifikan terhadap kepuasan pengguna jasa pendidikan. Guru Potensial yang ikut dalam rombongan ini mendapatkan perspektif baru bahwa peran mereka bukan hanya sekadar mengajar di dalam kelas, melainkan juga menjadi bagian dari mesin besar tata kelola yang profesional.

Mereka mulai melihat hubungan yang linear antara kedisiplinan administratif dengan kualitas pengajaran, sebuah kesadaran penting yang diharapkan akan dibawa pulang untuk menggerakkan perubahan positif di Manado nantinya.

Pihak Yayasan Joseph Esa Ene mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan atas keterbukaan yang ditunjukkan oleh keluarga besar Strada. Bagi mereka, kenyataan bahwa sekolah yang dikelola dengan manajemen yang sehat akan menghasilkan dampak yang langsung dirasakan oleh siswa dan orang tua adalah sebuah afirmasi yang memotivasi.

Kesan mendalam didapatkan ketika melihat bagaimana nilai-nilai spritual dan profesionalitas dapat berjalan beriringan tanpa saling menegasikan, menciptakan sebuah institusi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga kokoh secara nilai-nilai kemanusiaan.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved