Jumat, 10 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Iran Vs Amerika Memanas

Perang Propaganda di Timur Tengah: Beda Dulu dengan Sekarang

Informasi saat ini begitu terbuka bisa diakses darimana saja dan publik tahu mana media yang tidak independen.

|
Editor: Hasanudin Aco
HO/IST/Tangkap Layar/X
TERPUTUS - Gambar tangkap layar media sosial yang menunjukkan Jembatan jalan raya B1, yang menghubungkan Teheran dengan kota Karaj di barat, terputus total setelah serangan udara Amerika Serikat, Kamis (2/4/2026). Iran merespons dengan memberikan ancaman menyerang delapan jembatan di negara Arab sekutu AS. 

Presiden AS lalu mendramatisasi penyelamatan itu seperti di film-film.

Namun media Iran berpandangan lain dan menegaskan tidak mudah bagi pasukan AS memasuki wilayah Iran.

Informasi lainnya media AS serempak mengutip pernyataan Presiden AS Donald Trump soal serangan ke  sekolah dasar di wilayah Minab Iran 28 Februari lalu yang menewaskan 200 anak anak.

Donald Trump menyatakan kemungkinan Iran sendiri yang berada di balik serangan tersebut.

Lagi-lagi media Iran menunjukkan bukti ada rudal AS di lokasi kejadian dengan bukti video dan foto melalui media sosial, dan dunia pun tidak jadi tergocek propaganda AS.

Senin 2 Maret, pesawat jet tempur jenis F-15E milik AS jatuh.

Namun buru-buru AS mengatakan pesawat itu jatuh akibat salah tembak oleh militer Kuwait bukan oleh rudal Iran. 

Harold Lasswell dalam bukunya yang masih populer hingga saat ini "Propaganda Techniques in the World War (1927)" mendefinisikan propaganda perang sebagai alat perang yang digunakan untuk memengaruhi opini publik guna mendukung peperangan sekaligus untuk melawan narasi yang berlawanan.

TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Jumat (11/7/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto di Gedung Putih, pada hari Senin (7/7/2025).
TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan layar The White House pada Jumat (11/7/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto di Gedung Putih, pada hari Senin (7/7/2025). (Facebook The White House)

Bedanya saat ini

Saat ini informasi mengenai perang tidak lagi didominasi satu pihak yakni AS.

Informasi juga bisa diakses dari media Iran yang memberitakan sendiri versi mereka dan kadang dilengkapi video untuk membuktikan bukan hoaks.

Dengan hadirnya media online dan media sosial di era sekarang ini, Iran juga mempublikasikan kesuksesan mereka melawan Israek dan AS.

Sekaligus mengkounter klaim sepihak yang kerap ditampilkan media-media barat.

Meskipun di awal -awal perang melawan AS-Israel, beberapa media online Iran tidak bisa diakses.

Ini kemudian memunculkan pertanyaan adakah kaitan banned  Google atau algoritma mereka diacak?

Kita tahu lahu Google dan penguasa algoritma dari negara mana.

Sumber: Tribunnews.com

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved