Tribunners / Citizen Journalism
Iran Vs Amerika Memanas
Perang Propaganda di Timur Tengah: Beda Dulu dengan Sekarang
Informasi saat ini begitu terbuka bisa diakses darimana saja dan publik tahu mana media yang tidak independen.
Atau mungkin infrastruktur digital Iran mengalami kendala di awal-awal perang seperti internet mati dan sebagainya karena pemboman yang berlangsung.
Beberapa media barat tampaknya mulai menyadari hal itu.
CNN misalnya termasuk yang kerap berani menampilkan pemberitaan media Iran.
Misalnya baru-baru ini saat CNN menyadur berita Tasnim News Iran yang mengklaim menang perang melawan AS.
Sesuatu yang membuat Presiden Trump murka dan menuding CNN menyebarkan informasi palsu.
“Pernyataan yang diduga dikeluarkan oleh CNN World News adalah PENIPUAN, seperti yang sangat diketahui oleh CNN,” tulis Trump di ruth Social pada Selasa (7/4/2026) malam, seperti dikutip The Independent.
Beberapa media barat sadar mereka tidak selamanya akan bertahan hanya dengan sumber informasi sepihak AS.
Informasi saat ini begitu terbuka bisa diakses darimana saja dan publik tahu mana media yang tidak independen kredibel dan berimbang.
Jadi begitulah seandainya Trump jadi presiden AS di era tahun 90-an mungkin dia akan dengan mudah melakukan propaganda informasi perang soal Iran.
Dua puluh tahun berlalu setelah perang di Irak namun hingga kini keberadaan "senjata pemusnah massal" yang jadi alasan menyerang Irak tidak pernah terbukti.
BBC pernah melaporkan soal senjata pemusnah massal yang membuat Presiden Irak Saddam Husein digulingkan AS saat itu.
Namun senjata dimaksud tetap misteri dan tidak pernah ditemukan.
Sumber: Tribunnews.com
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jembatan-Iran-Teheran.jpg)