Rabu, 3 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Membaca Makna di Balik Pidato Presiden soal Perekonomian di Rapat Paripurna DPR

Presiden Prabowo sampaikan arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI bertepatan Hari Kebangkitan Nasional.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Dok Pribadi
Profile Tribunners: Bhinneka Putra Linanta - Komandan Korps GMD (Gerindra Masa Depan); Politisi Gerindra 

Kita harus hadir sebagai solusi, membawa gagasan, menjaga persatuan, dan mengawal visi besar Indonesia maju sebagaimana yang disampaikan Presiden Prabowo. 

Kita tidak boleh membiarkan polarisasi merusak fondasi bangsa yang sedang dibangun ini.

Menilai pidato Presiden di DPR RI menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat ekonomi nasional, dan mempercepat pembangunan yang merata hingga ke daerah-daerah. 

Kemandirian ekonomi, adalah harga mati agar Indonesia disegani di kancah internasional.

Sebagai bagian dari keluarga besar Partai Gerindra, Korps GMD siap mengawal agenda-agenda kebangsaan dan menjadi garda terdepan dalam merawat optimisme generasi muda terhadap masa depan Indonesia.

GMD berkomitmen menjadi benteng ideologi yang menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI.

Gerindra Masa Depan akan terus berdiri di garis perjuangan rakyat, menjaga nilai persatuan, nasionalisme, dan semangat gotong royong demi Indonesia yang lebih kuat, maju, dan bermartabat. 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, kami yakin Indonesia akan mencapai kejayaannya

Fokus Utama Pemerintah 

Beberapa fokus utama pemerintah yang disampaikan Prabowo meliputi penguatan ketahanan pangan nasional, percepatan industrialisasi dan hilirisasi, pengembangan energi nasional, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan perlindungan sosial masyarakat.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 tetap terkendali pada kisaran 1,8 hingga 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara pendapatan negara diproyeksikan berada di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen PDB dan belanja negara diperkirakan mencapai 13,62 hingga 14,80 persen PDB.

Selain itu, pemerintah menargetkan inflasi tetap terkendali pada rentang 1,5 hingga 3,5 persen. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Prabowo menyampaikan strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional

Rapat Paripurna DPR RI tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei 2026.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved