Sabtu, 30 Agustus 2025

Dimas Kanjeng Ditangkap

Pernyataan Marwah Daud Seusai Diperiksa di Polda Jatim Terkait Dimas Kanjeng

Marwah mengatakan, apabila ada pengikut atau santri yang minta uangnya dikembalikan, akan dikembalikan.

Editor: Mohamad Yoenus

Laporan Wartawan Surya, Anas Miftahudin 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA -- Ketua Yayasan Keraton Kasultanan Sri Raja Prabu Rajasa Nagara (milik Dimas Kanjeng), Marwah Daud Ibrahim, yang diperiksa di Ditreskrimum Polda Jatim, menyesalkan terjadinya dua pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dibunuh dengan cara mengenaskan.

"Untuk kami, menyesalkan kejadian itu. Ya harusnya kan ngomong kemaslahatan dan kemajuan bangsa. Menurut saya itu sebuah kecelakaan. Ya kami berduka," tutur Marwah Daud usai diperiksa penyidik, di Surabaya, Senin (17/10/2016).

Apakah juga ditanya penyidik atas kejadian itu (pembunuhan)? "Tidak," kata Marwah.

Marwah mengatakan, apabila ada pengikut atau santri yang minta uangnya dikembalikan, akan dikembalikan.

"Kalau minta dikembalikan yang dikembalikan," paparnya.  

Namun yang terjadi pada pengikut yang minta uangnya dikembalikan seperti Ismail Hidayah dan Abdul Gani justru mengalami hal yang tragis.

Ismail diculik saat menuju salat Maghrib di masjid dekat rumahnya dan mayatnya dibuang.

Abdul Gani diculik dan dibunuh dan dibuang ke waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jateng oleh Wahyudi Cs yang kini perkaranya sudah di Kejari Probolinggo.

Marwah mengaku tidak yakin Taat Pribadi di balik pembunuhan Ismail dan Abdul Gani?

"Saya tidak yakin. Cara bertutur beliau (Taat) itu bagus dan tujuannya untuk kemaslahatan umat," ungkap Marwah sembari jalan saat diwawancarai.

Marwah mengakui jika dirinya memberi mahar saat pertama kali masuk. Namun jumlahnya berapa saat didesak Surya, perempuan asal Sulsel itu tidak menjelaskan secara gamblang.

"Cuma sedikit. Itu kan sama dengan pendaftaran saat masuk organisasi. Bedanya di sini (padepokan) itu mahar dan organisasi adalah pendaftaran," paparnya.

Apakah ada janji kapan uang mahar dikembalikan pada santri?

"Tidak ada janji seperti itu. Tujuan utama keraton adalah untuk kemaslahatan umat. Kan para santri dari berbagai daerah agar mengusulkan program yang ada. Seperti gaji guru mengaji yang selama ini kurang diperhatikan akan diperhatikan," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan