Sarah Hamouda, Perempuan Luar Biasa di Balik Cokelat Dubai yang Terkenal
Di tengah gemerlap Dubai yang identik dengan gedung pencakar langit dan lampu kota, siapa sangka sebatang cokelat jadi simbol baru?
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah gemerlap Dubai yang identik dengan gedung pencakar langit dan lampu kota, siapa sangka sebatang cokelat justru lahir sebagai simbol baru dari kreativitas dan budaya?
Ya, batang cokelat yang lebih dikenal dengan nama ‘Cokelat Dubai’ ini, ternyata diawali dari rasa ngidam seorang ibu hamil, yang kini viral dan terkenal di seluruh muka bumi.
Dialah Sarah Hamouda, sosok di balik Fix Dessert Chocolatier, yang kini dikenal sebagai salah satu produsen cokelat terbesar di dunia. Berawal dari dapur kecilnya, muncullah keinginan sederhana yang kemudian mengguncang industri dessert global.
Dalam waktu singkat, eksperimen yang berangkat dari rasa ‘ngidam’ saat hamil tersebut, berubah menjadi sensasi global. Bahkan cokelat Dubai kini menjadi ikon baru Dubai selain gedung-gedung pencakar langitnya.
“Semua benar-benar berawal dari ‘ngidam’. Saat itu saya sedang hamil besar dan sangat ingin sesuatu yang tidak bisa ditemukan di mana pun. Di kepala saya, terbayang dessert yang lembut, renyah dan terasa akrab tapi tetap mengejutkan. Saat itulah saya mulai bereksperimen,” jelas Sarah sambil diiringi tertawa dalam sesi wawancara bersama Entrepreneur Middle East.
Cokelat yang diciptakan untuk mengatasi rasa ngidamnya itu, kini menjadi produk cokelat batang bernama ‘Can’t Get Knafeh Of it’, yang sejak tahun 2022 telah berubah menjadi fenomena budaya yang menggemparkan dunia.
Serpihan pastry yang dikenal sebagai kataifi dan isian krim pistachio yang lembut, seolah menyihir jutaan manusia di berbagai belahan muka bumi. Tak hanya di Dubai, cokelat yang diproduksi oleh perusahaan milik Sarah Hamouda juga telah diekspor ke berbagai negara.
“Sejujurnya, saya sama sekali tidak siap menghadapi lonjakan permintaan cokelat seperti yang terjadi. Kami menyesuaikan proses secara real time dan terus-menerus menyelesaikan masalah yang muncul. Meski kami tidak siap dengan permintaan sebesar itu, kami menantang diri dan terus mencari solusi di sepanjang perjalanan bisnis ini,” cerita Sarah lagi.
Baca juga: Dukung Upaya Menarik Investor dari Timur Tengah, KJRI Dubai: Positif untuk Hubungan Ekonomi RI-UEA
Cokelat Dubai Dirintis oleh Karyawan Korporat
Yang membuat Cokelat Dubai makin inspiratif adalah Sarah Hamouda dan suaminya, Yezen Alani, yang juga ikut mendirikan FIX, ternyata memulai usahanya ketika masih bekerja full time di dunia korporat.
“Hari-hari kami padat, siang kami bekerja sebagai karyawan, malam harinya kami lebih sibuk mengurus cokelat. Tapi semua itu dijalani dengan semangat karena kami percaya pada apa yang kami bangun,” kata Sarah.
Ia juga menceritakan keputusan beraninya untuk meninggalkan pekerjaan tetap di perusahaan. Hal itu dikarenakan keyakinannya pada FIX yang memang membutuhkan perhatian lebih dari dirinya dan suami.
“Ketika FIX mulai tumbuh, permintaan produk ikut melonjak, di situlah kami sadar bahwa merek ini butuh perhatian penuh. Awalnya, keputusan meninggalkan pekerjaan sebagai karyawan tetap, cukup berat. Tapi sekarang, kami melihat itu keputusan yang tepat,” ceritanya mengenang awal merintis usaha cokelat Dubai.
Awal mula cokelat Dubai milik Sarah viral terjadi pada Desember 2023, ketika influencer TikTok Maria Vehera mengunggah video dirinya mencoba cokelat merek FIX. Video itu viral, dengan jutaan likes dalam sekejap, dan membuat banyak orang mulai menyebut cokelat FIX bernama ‘Can’t Get Knafeh Of It’ sebagai ‘Dubai Chocolate’.
Saat ini, produk-produk milik FIX hanya dijual di Dubai, yang membuatnya makin eksklusif dan memicu gejolak dalam industri cokelat global. Beberapa produsen cokelat bermerek besar global seperti Lindt dan Ulker, juga mulai menciptakan ‘Dubai Chocolate’ versi mereka sendiri.
Baca juga: PNM Berikan Reward Kepada Karyawan Terbaik untuk Terbang ke Dubai, Turki, Hingga Mekkah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/sarah-hamouda-cokelat-dubai.jpg)