Iran Vs Amerika Memanas
Gelisah WNI Terjebak Perang Timur Tengah: 5 Hari Tertahan di Dubai, Mau Pulang Takut Pesawat Dirudal
WNI terjebak perang Timur Tengah, 5 hari tertahan di Dubai, cemas pulang karena takut pesawat jadi sasaran rudal.
Ringkasan Berita:
- Perang AS–Israel melawan Iran memicu penutupan wilayah udara di Timur Tengah.
- Adi Darmadi, WNI asal Bali, terjebak 5 hari di Dubai tanpa kepastian penerbangan pulang.
- Ia khawatir pesawat bisa jadi sasaran rudal.
- Konflik ini juga memukul pariwisata global, termasuk pembatalan tur
TRIBUNNEWS.COM - Perang antara Amerika Serikat-Israel menghadapi Iran masih berkecamuk di kawasan Timur Tengah.
Dampak perang tersebut membuat gangguan keamanan global serta pembatalan penerbangan akibat ditutupnya wilayah udara. Adi Darmadi (31), warga Kota Denpasar, Bali, merasa gelisah karena terjebak di antara perang Timur Tengah.
Hingga Rabu (4/3/2026), dia belum dapat pulang ke Tanah Air.
Dia juga merasa ketakutan apabila bisa pulang karena pesawat yang akan dikendarainya dikhawatirkan terkena rudal.
Rencana Liburan, Dubai Berubah Jadi Medan Perang
Adi terpaksa memperpanjang masa tinggalnya di Dubai setelah aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Dubai dan wilayah Uni Emirat Arab dihentikan sementara akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Adi awalnya datang ke Dubai untuk berlibur selama satu pekan. Namun setelah tiga hari menikmati liburan, situasi geopolitik memanas dan berdampak pada operasional penerbangan.
“Saya dapat informasi maskapai Emirates akan melanjutkan jadwal penerbangan Senin 2 Maret pukul 15.00. Tapi belum ada konfirmasi dari pihak bandara,” ujar Adi, Selasa (3/3/2026).
Kini sudah lima hari ia berada di Dubai tanpa kepastian kapan bisa kembali ke Bali.
Rasa khawatir pun menghantui, termasuk ketakutan akan keselamatan penerbangan di tengah situasi konflik.
“Ada rasa takut juga kalau nanti sudah bisa terbang, pesawat kena rudal. Semoga tidak ya,” katanya.
Meski demikian, Adi menyebut kondisi di Dubai relatif kondusif. Aktivitas masyarakat masih berjalan normal dan belum ada fasilitas publik yang tutup selain bandara.
“Semua aktivitas normal. Harapannya bandara cepat buka dan saya bisa balik ke Bali untuk makan babi guling,” ujarnya.
Baca juga: Imbas Tertahan di Dubai Gegara Perang Iran vs AS-Israel, Sindhu Mundur dari All England 2026
Pariwisata di Timur Tengah Terdampak
Konflik yang pecah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak langsung pada industri perjalanan global.
Travel content creator asal Amerika Serikat, Kendyl Grender, mengungkapkan bahwa perjalanan grup ke Mesir yang telah lama direncanakan terpaksa dibatalkan menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Pada pagi 3 Maret, perusahaan mitra perjalanan Grender secara resmi menghentikan dua trip berturut-turut yang dijadwalkan berlangsung akhir Maret.