Usai Tampil Bareng Mario Teguh, Gus Irawan Daftar ke Golkar
Dalam acara seminar hari itu yang dilaksanakan Universitas Negeri Medan, Mario tidak memberikan materi
Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan azmi silalahi
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Dalam acara seminar hari itu yang dilaksanakan Universitas Negeri Medan, Mario tidak memberikan materi dengan sendiri, adalah eks Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu tak kalah memukau membawakan materi pengembangan dirinya.
Apalagi ketika ada pertanyaan terkait sehabis melepaskan kursi kepemimpinannya di Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbaik di Indonesia tersebut oleh moderator, Gus Irawan langsung menjawab akan mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumatera Utara.
"Karena ditanya harus saya jawab. Selepas acara saya akan datang ke DPD Golkar untuk mendaftar menjadi calon Gubernur Sumut," ungkap Gus disambut tepuk tangan dari ribuan peserta seminar, Sabtu (23/6).
Dalam materinya, Gus menyampaikan seorang pemimpin harus penuh dengan ide dan gagasan dan mampu mensosialisasikannya pada bawahan. Masalahnya ungkap Gus, banyak pemimpim tidak mampu mengkomunikasikan idenya yang berakibat, apa yang dicita-citakannya tidak mampu terealisasi.
Dalam pandangan Gus, negara Indonesia sebenarnya sangat banyak individu potensialnya. Tetapi sayang, untuk proses menjadi seorang pemimpin ada saja halangan yang dihadapi terutama dalam hal mental dan kemauan. Manusia kata Gus adalah the winner sejak hadir di rahim, tetapi ketika dewasa akibat terjebak pola fikir yang salah menjadikan mereka bersikap pecundang.
"Untuk menjadi pemimpin bukan masalah uang. Tetapi sikap dan bagaimana orang melihat kita. Uang pernah saya utarakan nomor delapan, tetapi itu dibantah oleh pengusaha Bob Sadino yang mengatakan uang adalah nomor 100 untuk menjadi sukses," ungkapnya.
Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 12.00 WIB hari itu, memang tak dilewatkan pengunjung. Acap kali kesempatan bertanya diberikan kepada audiance, ratusan tangan angkat tangan untuk melemparkan pertanyaan. Dominasi mahasiswa yang hadir pun tak menyurutkan para praktisi pendidikan dan masyarakat umum untuk bertanya.