Kenaikan TDL Bebani Perhotelan
Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang mulai diberlakukan pemerintah pada awal tahun ini dianggap telah membebani bisnis perhotelan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang mulai diberlakukan pemerintah pada awal tahun ini dianggap telah membebani bisnis perhotelan. Sebab biaya operasional hotel akan semakin membengkak seiring naiknya TDL.
Ketua PHRI Jabar, Herman Muchtar mengatakan, kenaikan TDL sampai 15 persen pada tahun ini akan memberatkan bisnis perhotelan. "Tapi jangan sampai ada pemutusan hubungan kerja (PHK) gara-gara TDL naik," kata Herman saat dihubungi Tribun, Selasa (1/1/2013).
PHK, kata Herman, rentan terjadi bila beban operasional membengkak. Pengusaha tidak mau mengambil resiko, sehingga PHK terpaksa diputuskan. Apalagi, kata dia, persaingan bisnis perhotelan di Jabar, khususnya di Kota Bandung sangat ketat. Jumlah kamar hotel terlampau banyak, sementara tamu hotel hanya penuh di momen-momen tertentu seperti hari libur dan akhir pekan yang panjang (long weekend).
Akibat persaingan yang ketat pula, ujar Herman, pengusaha akan sulit bila harus menaikkan tarif hotel menyusul naiknya TDL. "Tapi itu tergantung kepada masing-masing pengusaha ya," katanya.
Herman mengatakan, kenaikan TDL pada tahun ini tentu sudah dibicarakan pengusaha hotel. Setiap pengusaha sudah mengantisipasinya sejak jauh-jauh hari, dan membuat keputusan terbaik atas kebijakan pemerintah tersebut.
Menurut Herman, energi listrik membebani biaya operasional hotel sekitar 8 persen. Apabila TDL naik, tentu beban operasional hotel pada energi listrik akan lebih besar lagi. "Hotel pun harus menghitung ulang," kata pemilik Hotel Cihampelas ini.
Atas kenaikan TDL, Herman berharap jumlah kunjungan wisatawan ke Jabar mengalami peningkatan. Dengan begitu, biaya operasional hotel akan terbantu oleh tingginya jumlah kunjungan wisatawan, karena wisatawan tentu butuh tempat istirahat bila berwisata ke Jabar.
Herman pun menargetkan ada kenaikan sekitar 10 persen atas kunjungan wisatawan ke Jabar pada tahun ini, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Sementara jumlah kunjungan wisatawan ke Jabar rata-rata per tahun mencapai 700.000 wisatawan mancanegara dan 24 juta wisatawan domestik. (Tribun Jabar/Ida Romlah)
Baca juga: