Maehara: Tugas Kami Menjatuhkan PM Jepang Shinzo Abe

Koike sendiri mengatakan tidak punya kepercayaan 100% untuk mengikuti pemilu majelis rendah

Maehara: Tugas Kami Menjatuhkan PM Jepang Shinzo Abe
Yomiuri
Gubernur Yuriko Koike (kiri) dan Ketua partai oposisi demokrat, Seiji Maehara (kanan) saat bertemu siang ini (5/10/2017) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tugas kalangan oposisi sudah jelas untuk menjatuhkan kepemimpinan PM Jepang Shinzo Abe saat ini yang sangat tidak diinginkan mereka terutama Ketua partai Demokrat (DPJ) Seiji Maehara (55) diucapkan siang ini (5/10/2017).

"Kami sengaja mengosongkan calon untuk bisa maju ke kursi PM Jepang. Kami minta Yurioko Koike untuk maju dalam pemilu majelis rendah Jepang kali ini mencalonkan diri menjadi PM Jepang nantinya," papar Maehara setelah bertemu dengan Koike, Kamis (5/10/2017).

Koike sendiri mengatakan tidak punya kepercayaan 100% untuk mengikuti pemilu majelis rendah kali ini dan menyerahkan kepada pimpinan partainya.

"Berulang kali sudah saya sampaikan bahwa saya tidak akan ikut pemilu kali ini," papar Koike.

Namun para anggota oposisi berharap Koike maju dalam pemilu dan nantinya mencalonkan diri menjadi PM Jepang.

"Tugas kami sekarang adalah berusaha menjatuhkan PM Jepang agar tidak berkuasa lagi, itulah sebabnya kami ingin mengusung Koike sebagai calon melawan Abe," tambah Maehara.

Baca: Okiagari Koboshi, Mainan Anak Jepang Lambang Keberuntungan

Pemilihan anggota parlemen Jepang untuk majelis rendah ini akan berlangsung mulai 10 Oktober dan hasilnya 22 Oktober 2017 mendatang. Sedangkan kampanye pemilu telah dimulai sejak minggu lalu.

Saat ini dari berbagai survei yang ada tetap menunjukkan masyarakat memilik partai liberal (LDP) yang dipimpin oleh Abe dan apabila memenangkan mayoritas majelis rendah, sudah dapat dipastikan Abe akan menjadi PM Jepang lagi.

Koalisi LDP bersama partai Komei yang dipimpin Natsuo Yamaguchi serta beberapa partai kecil lain.

Yamaguchi telah berulang kali dalam kampanye mengungkapkan kepada masyarakat, jangan pilih calon anggota parlemen dari partai yang baru dibentuk dan dari berbagai macam partai gado-gado. Yang dimaksud adalah Kibo no to atau Partai Harapan yang baru dibentuk 5 Oktober 2017 dengan Ketuanya Koike dan saat ini menguasai hanya 12% majelis rendah parlemen Jepang.

Apabila LDP tidak mengambil porsi mayoritas, semua kekuatan sama rata, maka sesuai Pasal 67 UUD Jepang, maka majelis rendah akan melakukan pemilihan (dari anggota parlemen yang telah terpilih 22 Oktober mendatang), siapa yang akan menjadi PM Jepang berikutnya.

Namun pemilihan tersebut hampir dapat dikatakan tidak terjadi karena saat ini LDP sangat kuat sekali pengaruhnya di masyarakat.

Mantan PM Jepang Junichiro Koizumi bahkan menyarankan Koike fokus bekerja sebagai Gubernur Tokyo dan tidak mencalonkan diri sebagai anggota majelis rendah parlemen Jepang.

Namun anaknya, Shinjiro Koizumi sebaliknya, menantang Koike untuk maju dalam pemilu majelis rendah saat ini, "Saya ingin sekali sebenarnya agar Koike maju dalam pemilu kali ini, coba saja dulu kan," tantangnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help