Sistem Daur Ulang Sampah Pemkot Surabaya Diapresiasi Warga Jepang

Konsep 3R (reduce reuse dan recycle) berhasil diperkenalkan ke masyarakat Surabaya.

Sistem Daur Ulang Sampah Pemkot Surabaya Diapresiasi Warga Jepang
Richard Susilo
Walikota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T (55) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Pekerjaan luar biasa mengenai daur ulang sampah yang dilakukan pemkot Surabaya dapat apresiasi banyak orang Jepang.

"Setelah mendengar paparan ibu Risma luar biasa sekali upayanya melakukan daur ulang sampah yang dilakukan Walikota tersebut di Surabaya. Kaget juga saya mendengar nya," ungkap Akiko Maeda seorang peserta forum Kota Inovatif yang hadir saat walikota Surabaya Dr. Ir. Tri Rismaharini, M.T, berbicara di forum tersebut.

Walikota Risma menceritakan, rakyat Surabaya kini telah diajak berbagai hal, misalnya menjaga keamanan bersama, anti rokok, anti narkoba dan daur ulang sampah yang baik dan tersistem.

"Rehabilitasi kampung nelayan kini sudah cantik bersih, juga kampung-kampung yang lain. Taman ada sekitar 300 taman yang diperuntukkan bagi masyarakat termasuk taman Lansia dan taman bagi orang yang sakit untuk menyejukkan dirinya santai di sana dibantu tersedianya perawat dokter dan alat kesehatan setiap harinya."

Konsep 3R (reduce reuse dan recycle) berhasil diperkenalkan ke masyarakat Surabaya.

"Tiap tahun ada fashion spion dengan kain dari hasil daur ulang disebut Trashion, trash to fashion. Konsep ibu bukan hanya dikenalkan di kampung-kampung tetapi juga di sekolah dan di pemerintahan."

Untuk sampah inorganik tersedia kini 260 unit pusat pengumpulan sampah inorganik dengan konsumen 16.000 orang serta berhasil menggali omset sedikitnya 11.000 dolar AS per bulan.

Pusat pengumpulan sampah (waste bank) juga ada di sekolah-sekolah, tekannya lagi.

"Untuk sampah organik juga dikumpulkan dan di daur ulang menjadi kompos sehingga kini memiliki 26 pusat kompos dan satu super pusat kompos di Sutorejo."

Kerjasama daur ruang tersebut menghasilkan pengurangan sampah organik bisa menjadi 60-70% dari total sampah organik yang ada.

"Kita sangat terbantu dengan teknologi yang ada dari kita Kyushu Jepang," ungkap Risma kepada Tribunnews.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help