Chris O'Neill Yakin Masih Ada Ninja Jepang Tapi dalam Wujud Lain

Chris mengakui menyenangi martial arts dan lulusan universitas Bridgeport di Connecticut Amerika Serikat (AS) saat berusia 22 tahun.

Chris O'Neill Yakin Masih Ada Ninja Jepang Tapi dalam Wujud Lain
TRIBUNNEWS.COM/RICHARD SUSILO
Para murid Grand Master Ninja Jepang, Masaaki Hatsumi (83) memberikan penghormatan pada leluhur terlebih dulu, sebelum memulai latihan Ninjutsu, ilmu dasar menjadi Ninja. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Banyak yang mengatakan kini sudah tidak ada lagi ninja Jepang saat in. Tetapi Chris O'Neill (31) seorang warga Amerika Serikat (AS) merasa yakin sampai detik ini masih ada ninja asli di Jepang tetapi dalam bentuk lain.

"Kalau dulu dalam bentuk ditutupi wajah dan badannya semua dengan kain hitam, kini bentuknya mungkin lain, seperti warga Jepang lainnya, hidup biasa normal seperti lainnya, malahan tidak ketahuan tersembunyi identitasnya. Tetapi dia adalah ninja asli Jepang, masih ada hingga saat ini," kata Chris O'Neill kepada Tribunnews.com, Sabtu (25/11/2017).

Chris mengakui menyenangi martial arts dan lulusan universitas Bridgeport di Connecticut Amerika Serikat (AS) saat berusia 22 tahun.

"Saya tak pernah sekolah lanjutan atas, langsung masuk Universitas di Bridgeport saat usia 18 tahun dan lulusan dari martial arts di sana, juga lulusan komunikasi massa universitas lain di AS khususnya bidang fotografi dan editing film," lanjut Chris.

Selama 16 tahun Chris mengaku bersama orangtua angkatnya warga AS sementaradia lahir di Irlandia.

"Selama 16 tahun saya tinggal di London dan negara lain di Eropa, berpindah-pindah. Sejak usia 7 tahun saya ingin sekali ke Jepang karena terpukau dengan martial arts dari Jepang. Akhirnya kesampaian juga setelah 16 tahun saya pergi ke Jepang lepas dari orangtua lalu melanjutkan sekolah ke AS dengan beasiswa dan 50 persen uang dari kerja sendiri di berbagai tempat di AS saat itu. memang berat juga sih," aku Chris.

Setelah lulus sekolah di AS, bahkan pernah jalan-jalan keliling ke 50 negara bagian di AS hingga ke Alaska, barulah Chris ke Jepang lagi dan sempat dua tahun berturut-turut tinggal di Jepang.

Lalu bagaimana caranya mendapakan uang untuk menghidupi dirinya sendiri?

"Saya cari uang sendiri dan syukurlah dapat kerjaan apa saja di mana-mana, termasuk pernah bekerja di Hong Kong Disney Land cukup menarik juga bekerja di sana satu tahun sampai kontrak habis dan punya tabungan cukup banyak untuk jalan-jalan lagi ke berbagai negara termasuk ke Indonesia," lanjutnya.

Bagaimana dengan pacar?

"Belum punya dan warga mana saja tak masalah bagi saya yang penting dia mencintai saya. Kalau sudah mulai tanya soal uang dan mengarah ke sana, rasanya segan saya pacaran dengan wanita matere seperti itu. Wanita itu harus bisa menyayangi saya apa adanya dan bisa ikut berjuang saling membantu satu sama lain," ungkapnya.

Kemampuan martial artis Chris ditunjukkan dengan bukti memiliki sabuk hitam karate Kyokushin. Namun diakuinya sampai kini belum ada yang memanfaatkan kemampuannya untuk bekerja misalnya sebagai bodyguard seorang bos dan semacamnya.

"Sebenarny saya mau bekerja apa saja yang penting yang benar lurus, termasuk menjaga bos sebagai bodyguard ya pasti saya jaga dia dengan baik karena tugas saya menjaga keselamatan bos itu," ungkapnya.

Chris mengaku tetap mencari pekerjaan tetap di Jepang karena dia mencintai Jepang dan berharap bisa hidup menetap di Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help