Ternyata Pembangkit Nuklir Jepang Meledak Karena Kelalaian Manusia Bukan Karena Bencana Alam

Dari penyelidikan yang dilakukan tim independen termasuk saya, ternyata kerusakan sudah ada sejak 3 tahun sebelumnya (2008)

Ternyata Pembangkit Nuklir Jepang Meledak Karena Kelalaian Manusia Bukan Karena Bencana Alam
Richard Susilo
Dokumen usulan dan jadwal perbaikan dari karyawan reaktor nuklir PLTN Fukushima tahun 2008, tiga tahun sebelum bencana, mengusulkan perbaikan reaktor dan fasilitas dengan schedulenya, namun tak dilaksanakan pimpinan Tepco saat itu 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Selama ini banyak diberitakan dan tersimpan dibenak banyak orang bahwa bencana alam delapan tahun lalu di Fukushima, selain tsunami juga gempa bumi, membuat meledaknya reaktor pertama PLTN Fukushima.

"Dari penyelidikan yang dilakukan tim independen termasuk saya, ternyata kerusakan sudah ada sejak 3 tahun sebelumnya (2008) dan bahkan telah diusulkan karyawan Tepco saat itu untuk berbagai perbaikan," papar Sakon Uda salah satu anggota tim penyelidik nasional terhadap bencana nuklir di PLTN Fukushima tersebut.

Pihak staf Tepco saat itu sudah mengusulkan perbaikan kepada pimpinan Tepco saat itu. Namun tidak dilaksanakan, hanya dilempar ke para ahli untuk diteliti kembali dan menurut tiga tersangka pimpinan Tepco di pengadilan, tidak ada kesepakatan bersama antara para ahli sehingga usulan karyawan itu tidak dilaksanakan.

Staf Tepco tahun 2008 sudah mengusulkan antara lain agar dibuatkan tembok tinggi sedikitnya 10 meter menjaga reaktor nuklir PLTN Fukushima, antisipasi seandainya ada tsunami. Laporan staf Tepco itu memperkirakan tsunami akan menghantam setinggi 15,7 meter.

Dengan tembok tinggi memproteksi reaktor PLTN Fukushima sedikitnya 10 meter, akan sangat terbantu seandainya ada tsunami sekali pun.

Tsunami tanggal 11 Maret 2011 saat bencana alam di Tohoku tersebut setinggi kira-kira 18 meter karena gedung 7 lantai pun, air bah tsunami sudah mencapai ketinggian lantai 6 seperti dapat dilihat pada film dokumenter yang ada dibuat penduduk setempat.

Selain itu pada dinding reaktor memang sudah ada laporan keretakan sedikit sehingga seharusnya perlu diperbaiki segera.

Namun kenyataan sampai terjadi hantaman tsunami 11 Maret 2011, tidak ada perbaikan apa pun dilakukan di sana sehingga menghancurkan reaktor mulai dari reaktor satu PLTN Fukushima yang meledak akhirnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved