Kitkat Keluarkan Cokelat Ruby Khusus Pasar Jepang

Kitkat buatan Nestle Japan memproduksi produk barunya Cokelat Ruby yang diracik dari Ruby Cocoa Bean berasal dari tiga tempat khusus di dunia.

Kitkat Keluarkan Cokelat Ruby Khusus Pasar Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Cedric Lacroix, Managing Executive Officer, Nestle Japan Ltd. (Kiri) dan Bas Smit dari perusahaan Barry Callebaut Group (kanan). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kitkat buatan Nestle Japan memproduksi produk barunya Cokelat Ruby yang diracik dari Ruby Cocoa Bean berasal dari tiga tempat khusus di dunia.

"Cokelat Ruby ini dengan warna eksotis pink hanya ada di tiga negara produsennya yaitu Ekuador, Ivory Coast dan Brazil," ungkap Bas Smit, dari perusahaan Barry Callebaut Group yang ikut memasarkan Kitkat.

Rasa cokelat ini sangat berbeda dibandingkan cokelat putih cokelat hitam ataupun cokelat lainnya.

Sementara itu Cedric Lacroix, Managing Executive Officer, Nestle Japan Ltd mengakui saat ini baru diproduksi di Hamburg Januari lalu dan dua tempat di Jepang.

"Namun produksi yang di Jepang khusus untuk konsumsi warga Jepang, jadi Cokelat Ruby ini hanya diproduksi di Jepang," kata dia.

Baca: Seorang Caleg Tewas Usai Pergoki Sejumlah Orang Membongkar Gerai Usaha Minuman Miliknya

Meskipun demikian Cedric kepada Tribunnews.com mengakui ingin memasarkan ke Indonesia yang berpenduduk sangat banyak, nomor empat di dunia.

"Saya tahu kita butuh label halal untuk Indonesia, nanti kita akan ke sana suatu waktu," kata dia.

Penjualan kitkat di Jepang menjadi barometer keberhasilan Kitkat di dunia.

"Apabila berhasil dijual di Jepang kani yakin berhasil di mana pun. Jadi Jepang seperti gateway pemasaran dunia," kata dia.

Cokelat Ruby ini dijual empat jenis paket yaitu dengan berat 31 gram, 87 gram, 36 gram dan 109 gram dengan harga antara 158 yen hingga 600 yen.

Selain dijual di toko-toko konbini (convenient stores) juga di toko obat, supermarket dan toko diskon serta online hanya untuk Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved