Jepang Perketat Masuknya Tenaga Kerja Asing Mulai April 2019, Gaji akan Disamakan dengan Warga Lokal

Pemerintah semakin memperketat masuknya tenaga kerja asing serta menjaga agar para calo tidak banyak terlibat dalam proses memasukkan tenaga kerja.

Jepang Perketat Masuknya Tenaga Kerja Asing Mulai April 2019, Gaji akan Disamakan dengan Warga Lokal
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Negishi penanggungjawab imigrasi dari Kementerian Kehakiman Jepang (kiri) dan Kuniaki Ishioka Asisten Wakil Menteri Kehakiman Wakil Dirjen Imigrasi Jepang (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang akan semakin memperketat masuknya tenaga kerja asing serta menjaga agar para calo tidak banyak terlibat dalam proses memasukkan tenaga kerja asing ke Jepang.

"Masuknya tenaga kerja asing nanti per 1 April 2019 akan semakin diperketat. Bukan hanya tenaga kerja asing itu sendiri tetapi juga kami memperketat sistem agar para calo tenaga kerja tidak lagi berseliweran dalam proses tersebut yang akan mengganggu proses masuknya tenaga kerja asing itu," kata Kuniaki Ishioka, Asisten Wakil Menteri Kehakiman Wakil Dirjen Imigrasi Jepang, Rabu (27/3/2019).

Selama ini diakuinya ada pihak-pihak yang menjadi calo masuknya tenaga kerja asing ke Jepang, sehingga akhirnya tidak sedikit menjadi penduduk ilegal di Jepang.

Namun dengan sistem baru Tokutei Ginou (TG) per 1 April 2019, proses monitor dan pengetatan segala hal akan semakin tinggi, terutama upaya pemerintah menghalangi ikut campur calo ke dalam sistem tersebut.

Bagi pemagang harus ikut tes kemampuan (skill) nya dengan baik, serta harus punya kemampuan penguasaan bahasa Jepang minimal N-4, hanya sertifikat JLPT saja yang diakui pemerintah dalam program TG tersebut.

Baca: Mulai Juli 2019, Perpanjangan Visa Asing di Jepang Bisa Dilakukan Lewat Internet

"Pada program TG kali ini maksimal lima tahun, pemagang bebas pindah kerja ke perusahaan lain asalkan dilengkapi dengan kontrak jelas dan sebagainya. Tapi kalau kontrak tidak diperpanjang setelah lima tahun harus pulang ke negaranya. Pada saat diperpanjang kontrak TG No.1 menjadi TG No.2, nantinya boleh membawa keluarganya ke Jepang," jelas dia.

Demikian pula gaji atau remunerasi pekerja asing di Jepang sesuai hukum harus sama dengan orang Jepang.

"Gaji mereka akan sama dengan orang Jepang supaya bisa hidup layak di Jepang. Kalau pun dengan jam-jam-an pun harus sama dengan orang Jepang," kata Negishi, penanggungjawab imigrasi dari Kementerian Kehakiman Jepang.

"Kerja jam-jam-an pun harus sesuai dengan sedikitnya nilai UMR yang ada di lokasi tersebut," kata dia.

Baca: Harga Busana Pernikahan Syahrini-Reino Barack Setara Durian Montong Sebanyak Satu Truk Pick Up

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved