Iran Vs Amerika Memanas
Panic Buying BBM di Australia, PM Anthony Albanese Minta Warga Tenang
Australia mengalami panic buying BBM akibat lonjakan harga dan kekhawatiran pasokan sejak konflik Iran, meski pemerintah memastikan stok masih aman.
Ringkasan Berita:
- Australia mengalami panic buying BBM akibat lonjakan harga dan kekhawatiran pasokan sejak konflik Iran, meski pemerintah memastikan stok masih aman.
- Kelangkaan di SPBU lebih disebabkan oleh lonjakan permintaan dan distribusi, bukan kekurangan produksi.
- Pemerintah menyiapkan langkah darurat, sementara krisis energi global semakin diperparah oleh konflik dan gangguan produksi LNG.
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese berusaha meyakinkan warganya bahwa pasokan bahan bakar tetap aman, meskipun harga melonjak dan muncul laporan panic buying atau pembelian panik serta kehabisan stok di SPBU sejak dimulainya perang Iran.
“Semakin lama perang ini berlangsung, semakin besar dampaknya. Namun kami terus bertindak untuk mempersiapkan dan melindungi warga Australia dari dampak terburuknya,” kata Albanese kepada wartawan pada Jumat (27/3/2026), dikutip dari BBC.com.
Pemerintah menyatakan bahwa kekurangan stok bukan disebabkan oleh berkurangnya produksi atau pasokan dari kilang, melainkan karena lonjakan permintaan atau kendala distribusi.
“Untuk beberapa minggu ke depan, pasokan bensin, solar, dan bahan bakar lainnya akan tetap sama, atau bahkan lebih tinggi, dibandingkan biasanya,” kata Menteri Energi Chris Bowen.
Mengutip The Guardian, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar melaporkan lonjakan permintaan hingga 25 persen dalam dua minggu terakhir, setelah sebelumnya juga terjadi peningkatan signifikan sejak perang melawan Iran dimulai.
Asosiasi Pemasar Bahan Bakar dan Toko Serba Guna Australasia menyebut tingginya permintaan di tingkat pengecer menyebabkan ratusan SPBU di seluruh negeri kehabisan satu atau lebih jenis bahan bakar.
“Para pengecer bahan bakar melaporkan peningkatan permintaan hingga 25 persen dua minggu terakhir, setelah lonjakan signifikan sebelumnya,” kata kepala eksekutif asosiasi tersebut, Rowan Lee.
“Para pengecer juga melaporkan bahwa masyarakat mengisi bahan bakar lebih sering.”
“Sebagian sektor pertanian, transportasi barang, dan komersial mempercepat pembelian bahan bakar, yang menambah tekanan permintaan dalam jangka pendek.”
Baca juga: Pertamina: Tidak Ada Kenaikan Harga BBM di Indonesia, Jangan Panic Buying!
Lee menambahkan, jika sebuah SPBU kehabisan satu jenis bahan bakar, kondisi tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan dapat dipulihkan dalam waktu sekitar dua hari.
Di Cairns, Queensland, BBC menemukan sebuah bengkel kecil independen yang menggambarkan kondisi umum di Australia.
Persediaan bensin tanpa timbal (seperti Pertamax dan Pertalite di Indonesia) telah habis, sementara harga solar naik hingga 85 persen dibandingkan sebelum perang Iran dimulai.
Di New South Wales, negara bagian terpadat di Australia, satu dari tujuh pengecer dilaporkan kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar.
Australia mengalami kenaikan harga yang tajam sejak AS dan Israel menyerang Iran serta penutupan Selat Hormuz yang mendorong lonjakan harga minyak global.