Suka Es Teh? Awas, Ada Bahaya Ini Lo di Balik Kesegarannya

Anda suka minum es teh? Sebaiknya harus tahu fakta terbaru tentang minuman favorit Anda ini.

Suka Es Teh? Awas, Ada Bahaya Ini Lo di Balik Kesegarannya
capture video
Amankah Berbuka Puasa Minum Es Teh? Berikut Faktanya Berdasarkan Sains! 

TRIBUNNEWS.COM - Anda suka minum es teh? Sebaiknya harus tahu fakta terbaru tentang minuman favorit Anda ini.

Meskipun ini adalah salah satu minuman sehat, ada bahaya tersembunyi.

Minum es teh bisa menyebabkan batu ginjal.

Laporan medis terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Urology menyatakan bahwa minum es teh dapat meningkatkan kemungkinan munculnya batu ginjal yang dapat memengaruhi kesehatan Moms.

Kalsium oksalat adalah senyawa yang ditemukan sangat tinggi dalam es teh dan akan menyebabkan batu ginjal berkembang di dalam tubuh Moms.

Peneliti menemukan bahwa es teh mengandung kadar oksalat tinggi, zat kimia yang mengarah pada pembentukan kristal kecil yang terbuat dari mineral dan garam yang ditemukan dalam urin.

Meskipun kristal ini biasanya tidak berbahaya, para peneliti memperingatkan mereka dapat menjadi cukup besar yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh ginjal.

Sering mengonsumsi es teh mencegah tubuh kita mengeluarkan kalsium oksalat terakumulasi dan membentuk kristal di dalam tubuh.

Baca: Tubuhnya Terlihat Sehat, Keluarga Tak Menyangka Fariz RM Masih Memakai Narkoba

Dr. John Milner, seorang instruktur di departemen urologi di Loyola University, Chicago Stitch School of Medicine, mengatakan penyebab paling umum dari batu ginjal adalah dehidrasi.

Di cuaca panas, saat oarang-orang berkeringat lebih banyak, mereka minum lebih banyak es teh dan berpikir itu akan membantu menjaga agar tetap terhidrasi.

Mereka tidak menyadari bahwa ini akan memperburuk keadaan.

Milner mengatakan, "Bagi orang-orang yang memiliki kecenderungan munculnya batu ginjal paling umum, es teh adalah salah satu hal terburuk untuk diminum".

Batu ginjal berkembang perlahan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, untuk melindungi kesehatan yaitu mengatur jumlah es teh yang biasanya dikonsumsi. (*)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved