KRL Priok-Stasiun Kota Beroperasi 1 April, Perlintasan Liar di Ancol Ditutup

hal tersebut dilakukan lantaran sudah sesuai dengan ‎Pasal 91-94 UU No. 23 tahun 2007, tentang perkeretaapian

KRL Priok-Stasiun Kota Beroperasi 1 April, Perlintasan Liar di Ancol Ditutup
WartaKota/Panji Bhaskara Ramadhan
kses perlintasan kereta api (KA) yang menghubungkan Jalan RE Martadinata dengan Jalan Swadaya Baru, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, kini ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktur Jendral Perkeretaapian Kementrian Perhubungan RI, Selasa (3/3/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akses perlintasan kereta api (KA) yang menghubungkan Jalan RE Martadinata dengan Jalan Swadaya Baru, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, kini ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan RI, Selasa (3/3/2015).

Penutupan perlintasan KA yang tak jauh lokasinya dari Stasiun KA Ancol dimaksud untuk pengaktifan kembali perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok menuju Stasiun Jakarta Kota, oleh kedua instansi tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementrian Perhubungan RI, Hermanto Dwiatmoko, mengaku hal tersebut dilakukan lantaran sudah sesuai dengan ‎Pasal 91-94 UU No. 23 tahun 2007, tentang perkeretaapian.

"Maka, perlintasan liar yang tidak dijaga, tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas, dan tidak disertai alat bantu pengamanan harus ditutup demi keselamatan warga sekitar," ucap jelas Hermanto di lokasi penutupan tepatnya di Stasiun Ancol, Jakarta Utara, yang kala itu dirinya sedangmeninjau proses penutupan perlintasan liar tersebut.

Penutupan akses perlintasan liar di Stasiun Ancol tersebut, dikatakan Hermanto mendesak dilakukan. Menurut dia, hal itu dikarenakan pada awal April 2015 mendatang, lintasan rel di jalur tersebut akan diaktifkan kembali.

‎"Perjalanan KRL yang melintas di jalur ini kan sudah di non-aktif kan sejak 10 tahun terakhir. Sehingga oleh masyarakat sekitar dibuat akses perlintasan liar tanpa se-izin ke PT KAI maupun pemerintah pusat," tuturnya.

Ia pun menambahkan "Kalau kita lihat dari segi teknis hukum, apa yang dilakukan oleh warga sekitar itu melanggar hukum, namun kami masih bisa mentoleransi selama ini karena perlintasan memang selama ini belum digunakan," tambahnya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat sekitar, agar tidak lagi menjebol pagar beton penutup perlintasan, yang diketahui sudah dibangun oleh pihaknya‎.

"Kami harap masyarakat juga ikut menjaga pagar yang sudah dibuat ini. Kalau bisa ya jangan dijebol lagi. Kan berbahaya sekali kalai KRL sudah mulai beroperasi," lanjut Hermanto.

Adanya penutupan perlintasan liar tersebut juga mendapat tanggapan positif dari warga sekitar. Ikhwan (37) warga RT08/10, Kelurahan Pademangan Timur, Pademangan Jakarta Utara menuturkan setuju apabila perlintasan tersebut ditutup. Pasalnya, ia membenarkan akan berbahaya nantinya apabila KRL sudah beroperasi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved