Soal Publikasi 2 Nama Cawagub DKI, Gerindra Sebut PKS Tidak Etis

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarif mengatakan bahwa PKS tidak menghormati keputusan politik yang telah disepakati.

Soal Publikasi 2 Nama Cawagub DKI, Gerindra Sebut PKS Tidak Etis
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik (kedua kiri) dan Ketua DPW PKS DKI Jakarta Syakir Purnomo (kedua kanan) saat melakukan konferensi pers di kantor DPD Gerindra DKI, Jalan Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018). Mereka sepakat Kursi wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno akan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPD Gerindra Syarif mengatakan bahwa PKS tidak menghormati keputusan politik yang telah disepakati.

Ia menilai PKS melanggar etika politik karena membeberkan dua nama Cawagub yakni Agung Yulianto dan Achmad Syaikhu yang akan diajukan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Ya kalau saya mengatakan bahwa PKS kurang menghormati putusan politik," ujar Syarif kepada Wartakotalive.com saat dihubungi, Senin (11/2/2019).

Menurutnya kedua nama tersebut tak usah dibuka ke publik terlebih dahulu, sebab kedua partai pengusung ini masih mendalami hasil rekomendasi dari para tim panelis.

"Jadikan domainnya itu sekarang adalah proses dimana tim panelis sudah menyerahkan hasilnya kepada pimpinan partai. Fatsun politik kita adalah pimpinan partai ketemu dulu, rembukkan, membaca, meneliti dengan baik hasil rekomendasi tim panelis," ungkap Syarif.

Baca: Calon Wagub DKI Mulai Mengerucut kepada 2 Orang

Sebenarnya sebelum disodorkan ke Anies, pihak Gerindra ingin mengetahui terlebih dahulu bobot masing - masing Cawagub.

Syarifpun menjamin tak ada perubahan nama Cawagub meski ada pendalaman dari kedua partai.

"Yang paling penting, dua nama harus diajukan kepada Gubernur, tapi kedua belah pihak harus tahu dulu bobotnya," kata Syarif.

Syarif juga mengatakan langkah PKS yang membeberkan nama Cawagub adalah tindakan yang tak etis, sebab hingga kini ketua DPD Gerindra M Taufik juga belum menyetujui hasil tersebut.

"Enggak etis! Saya mengatakan enggak salah, cuma enggak etis aja. Pak Taufik belum tahu hasil rekomendasinya, belum membaca secara teliti dan diskusi dengan PKS lagi," katanya.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved