Survei Elsam: Kebebasan Beragama di Sumatera Barat Terburuk

Sumatera Barat merupakan wilayah yang terburuk dalam menjamin kebebasan beragama.

Survei Elsam: Kebebasan Beragama di Sumatera Barat Terburuk
DOK TRIBUNNEWS.COM
Forum Solidaritas Kebebasan Beragama menyalakan 1.000 lilin sebagai aksi menentang tindak kekerasan terhadap umat beragama di Bundaran HI, Jakarta, 2010 silam.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sumatera Barat merupakan wilayah yang terburuk dalam menjamin kebebasan beragama. Padahal, wilayah tersebut penduduknya bisa dikatakan homogen.

"Homogenitas penduduk Sumatera Barat justru menjadikan wilayah ini terpuruk dalam ekspresi agama. Skornya hanya 3,75, paling buruk dibanding daerah lain," ujar Indriaswati D Saptaningrum, penanggung jawab tim survei Kebebasan Berkespresi di Indonesia 2012-2013 Elsam, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Elsam, dalam temuan surveinya, mencontohkan kasus Alexander An yang mengaku atheis, yang harus mendapat tekanan dan intimidasi dari kelompok masyarakat dan akhirnya berujung di penjara.

Provinsi paling baik dalam kebebasan dimensi agama adalah Papua (87,5) dan Kalimantan Barat (81,52).

Papua, hampir tidak ada persoalan dengan ekspresi agama. Papua hanya sedikit terkendala karena tidak memiliki aturan lokal yang khusus ditujukan dalam rangka perlindungan ekspresi agama.

"Di Kalimantan Barat pelanggaran masih terjadi. Minoritas Ahmadiyah mendapat tekanan dari kelompok intoleran. Pada level pemerintahan, Pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan keputusan pelarangan aktivitas Ahmadiyah," tuturnya.

Sementara, DKI Jakarta mendapatkan skor 68,75, dan Yogyakarta 62,5. Sebelumnya, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) merilis ringkasan hasil survei situasi kebebasan berekspresi: ragam, corak dan masalah kebebasan berekspresi di lima provinsi, yakni Sumatera Barat, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Papua.

Survei tersebut merupakan kerja sama Elsam dengan Yayasan TIFA pada Oktober-Desember 2012. Data yang dikumpulkan mulai periode Agustus 2011-Agustus 2012. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved