ABG Tewas Diperkosa

KPAI: Angka Kekerasan Terhadap Anak Meningkat

Diantaranya ada 24 kasus anak sebagai pelaku kekerasan fisik.

KPAI: Angka Kekerasan Terhadap Anak Meningkat
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah kelompok organisasi melakukan konferensi pers terkait kasus perkosaan dan pembunuhan YY di Kantor YLBHI, Jakarta, Selasa (3/5/2016). Dalam konpersnya, mereka menuntut untuk mengusut kasus YY, tangkap dan adili pelaku, serta lindungi hak korban dan keluarganya. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat jumlah anak berhadapan dengan hukum mengalami peningkatan selama periode Januari-25 April 2016.

"Data KPAI mencatat anak berhadapan hukum total di bulan Januari-25 April 2016 ada 298 kasus. Ada meningkat 15 persen dibandingkan dengan 2015," tutur Ketua KPAI, Asrorun Niam kepada wartawan, Jumat (6/5/2016).

Dia menjelaskan, sebanyak 298 kasus itu menduduki peringkat paling tinggi anak berhadapan dengan hukum.

Diantaranya ada 24 kasus anak sebagai pelaku kekerasan fisik.

Pada sembilan kelompok kluster, kata dia, anak pelaku dan korban kekerasan dan pemerkosaan, pencabulan, dan sodomi mencapai sebesar 36 kasus.

Sementara itu, untuk wilayah tertinggi tingkat anak berhadapan dengan hukum berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Artinya dari anak berhadapan hukum kasus kekerasan seksual ketentuan tertinggi pada catur wulah pertama," kata dia.

Dia menambahkan, tingginya angka anak berhadapan dengan hukum itu merupakan untuk melakukan langkah extra ordinary dalam mencegah dan menanggulangi kekerasan seksual terhadap anak.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved