DPR Golongan Paling Manja Jika Bangun Apartemen karena Alasan Jauh dari Rumah

Peneliti Formappi Lucius Karus menyoroti rencana DPR ingin membangun apartemen di Taman Ria Senayan. Menurut Lucius, rencana tersebut lucu

DPR Golongan Paling Manja Jika Bangun Apartemen karena Alasan Jauh dari Rumah
'Gedung Kura-kura DPR' 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peneliti Formappi Lucius Karus menyoroti rencana DPR ingin membangun apartemen di Taman Ria Senayan. Menurut Lucius, rencana tersebut lucu.

"Alasan untuk pembangunan apartemen, lebih lucu lagi. Disebutkan perumahan yang di Kalibata terlalu jauh sehingga mereka perlu apartemen yang terpadu dengan kompleks parlemen. Kalau warga Jakarta membaca alasan ini, maka sesungguhnya DPR ini merupakan golongan paling manja," kata Lucius melalui pesan singkat, Jumat (11/8/2017).

Lucius mengatakan seluruh orang sudah mengetahui Jakarta merupakan kota macet. Tetapi, orang-orang yang bekerja rutin setiap hari di perkantoran bisa mengatur waktu karena komitmen untuk bekerja. Warga akan menyiapkan diri lebih awal sehingga bisa tiba di tempat kerja tepat waktu.

"Lha anggota DPR koq seperti ingin mudah saja. Mereka tak mau berjuang untuk membagi waktu sehingga perjalanan dari Kalibata hingga Senayan tidak menjadi alasan keterlambatan," kata Lucius.

Baca: Alasan DPR Lucu dan Kekanak-kanakan Ingin Bangun Apartemen di Taman Ria

Lucius melihat alasan soal jarak rumah dan kantor itu sebagai alasan paling lucu disampaikan oleh DPR.

"Anak kecil saja tahu kalau Jakarta itu macet, dan karenanya mesti bisa menyusun rencana perjalanan lebih awal dari biasanya. Masa gitu-gitu DPR justru enggak paham?" ujarnya.

Lucius menilai Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro bisa kembali menggagalkan rencana DPR ini.

"Mesti ada alasan yang mendesak, bukan alasan manja-manjaan," katanya.

DPR, kata Lucius, harus bisa memahami bahwa dalam hal anggaran, masih banyak tunggakan pembangunan bangsa yang terjadi karena anggarannya masih kurang.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help