Isu SARA

Gusdurian Nilai Penangkapan Saracen Akan Kurangi Ujaran Kebencian di Dunia Maya

Alissa Wahid menilai dengan ditangkapnya beberapa anggota kelompok Saracen, iklim perseteruan di media sosial menjadi menurun.

Gusdurian Nilai Penangkapan Saracen Akan Kurangi Ujaran Kebencian di Dunia Maya
Tribunnews.com/Achmad Rafiq
Alissa Wahid. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Koordinator Jaringan Gusdurian Alissa Wahid menilai dengan ditangkapnya beberapa anggota kelompok Saracen, iklim perseteruan di media sosial menjadi menurun.

Anak sulung mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid ini mengatakanSaracen merupakan kelompok besar di media sosial.

Sehingga penangkapannya sangat berpengaruh.

"Jadi kita sih sangat senang ya dengan ditangkapnya Saracen itu, pertama karena dia pemain besar. Maka berarti suasana iklim dari sosmed sendiri juga akan berkurang," ujar Alissa di Hotel Sahid, Sudirman, Jakarta, Selasa (29/8/2017).

Baca: Polisi Minta Warga Yang Menjadi Korban Saracen untuk Melapor

Bagi Allisa, penangkapan tersebut menjadi pesan bagi kelompok penyebar ujaran kebencian lainnya untuk menghentikan aksinya.

"Kedua karena ini kemudian jadi semacam shock terapi bagi pemain yang lain. Karena kita sih yakin tidak hanya Saracen tapi masih ada yang lain juga," kata Allisa.

Keberadaan Saracen dan kelompok penyebar ujaran kebencian lainnya di media sosial menurut Allisa sangat mengganggu.

Baca: Agum Gumelar Tak Yakini Ampi Tanudjiwa Terlibat Sindikat Saracen

"Ini yang terjadi di media sosial kan memang bikin pusing ya karena kan berseliweran, tidak ada kebenaran tapi kok wah sekali beredar begitu," ungkap Allisa.

Diketahui, Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil menangkap kelompok Saracen yang diduga melakukan kampanye penyebar ujaran kebencian di dunia maya.

Polisi menangkap anggota kelompok Saracen yang terdiri dari JAS (32) ditangkap di Pekan Baru, SRN (32) ditangkap di Cianjur serta MFT ditangkap di Koja, Jakarta Utara.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help