Kekuatan TNI Kok Terpusat di Pulau Jawa, Apa Penyebabnya?

"Kenapa? Karena Belanda membangun untuk mengawasi perkebunan, pabrik gula, pabrik tembako, itu kita tempati. Akibatnya apa?"

Kekuatan TNI Kok Terpusat di Pulau Jawa, Apa Penyebabnya?
KOMPAS IMAGES/ANDREAS LUKAS A
Menko Polhukam Wiranto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, selama Republik Indonesia berdiri, kekuatan TNI lebih berpusat di Pulau Jawa.

Hal tersebut bisa terjadi, antara lain karena markas TNI yang dihuni saat ini sebagiannya berdiri di atas tangsi yang dibangun penjajah.

Dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017), ia menyebut tangsi-tangsi tersebut dibangun Belanda di sepanjang jalur kereta, mulai dari Bandung, Cimahi, hingga Banyuwangi.

"Kenapa? Karena Belanda membangun untuk mengawasi perkebunan, pabrik gula, pabrik tembako, itu kita tempati. Akibatnya apa? Tentara dan polisi bejubel di Pulau Jawa," katanya.

Kebijakan tersebut tepat pada awalnya. Sebab, di awal TNI terbentuk, yang umurnya hanya beberapa bulan lebih muda dari republik ini, saat itu negara tidak punya uang, dan angkatan bersenjata harus dibentuk. Alhasil, kebijakan perampasan aset-aset penjajah pun dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Wiranto juga menyinggung fasilitas TNI yang lokasinya sudah dianggap kurang representatif.

Baca: Tak Hanya Politisi Indra Jaya Piliang, Polisi Juga Tangkap 2 Temannya Saat Nyabu di Taman Sari

Wiranto menyebut Markas Korps Marinir yang terdapat di pusat kota, yakni di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, dan fasilitas Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD yang berada di Jalan Supratman, Bandung, Jawa Barat.

"Marinir tahu kan, kerjanya kan sebenarnya di pantai, amfibi, tapi (markasnya) di Kwitang dia," ujarnya.

"Di Bandung, di Jalan Supratman, saya dan Pak Luhut (Binsar Panjaitan) sempat sekolah di sana. Kita sekolah tahun enam puluhan. Dulu lari pagi masih sepi, keluar kompleks masih taman makam pahlawan, sekarang keluar pintu gerbang, kita bisa disambar angkot," selorohnya.

Baca: Logo Wonderful Indonesia Akan Tampil di Armada Bus Kota di Paris

Oleh karena itu, menurutnya sudah tepat yang dilakukan pemerintah saat ini, yakni membangun Indonesia dari pinggir, termasuk untuk urusan fasilitas TNI.

Baca: Volvo Group Panaskan Pertempuran Truk dan Alat Berat di Indonesia Mining Expo 2017

Menkopolhukam meminta anggota DPR mendukung kebijakan tersebut, dan anggaran untuk pembangunan pertahanan di pinggir Indonesia tidak lagi dipangkas. 

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help