Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto Uji Materi UU KPK, JK: Itu yang Namanya Usaha untuk Bebas

Kalla mengatakan langkah Novanto tersebut merupakan usaha untuk bisa terbebas dari jeratan hukum.

Setya Novanto Uji Materi UU KPK, JK: Itu yang Namanya Usaha untuk Bebas
Taufik Ismail/Tribunnews.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa, (14)11/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi langkah kuasa hukum Setya Novanto yang mengajukan Uji materi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Mahkamah Konstitusi.

Sebelumnya Novanto melalui kuasa hukumnya melayangkan uji materi ‎pasal 20 A ayat1 dan 2 UU KPK karena dinilai berlawanan dengan konstitusi ‎mengenai impunitas anggota DPR.

Kalla mengatakan langkah Novanto tersebut merupakan usaha untuk bisa terbebas dari jeratan hukum.

‎"Itu yang namanya usaha, banyak orang berusaha ‎untuk bebas dengan cara bermacam macam, " ujarnya di Kantor Wakil presiden, Jakarta , Selasa, (14/11/2017).

Menurut Kalla pengajuan gugatan tersebut tidaklah masalah. Karena mengajukan uji materi terhadap undang-undang merupakan hak yang dimiliki setiap warga negara.

"Selama hukum membolehkan ya silahkan," katanya.

Baca: Refly Harun: Jangankan Panggilan Paksa, Novanto Ditangkap Pun Tak Jadi Soal

Sebelumnya Novanto kembali melakukan perlawanan usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik. ‎

Apabila dalam penetapan tersangka sebelumnya. Novanto mengajukan gugatan praperadilan, kini ketua DPR tersebut melayangkan gugatan terhadap UU KPK.

"Jadi saya menghindari daripada kesalahpahaman antara statment-statment yang blow up soal wewenang daripada KPK, untuk memanggil klien kami pak Setya Novanto. ‎Dimana saya selalu mengatakan wajib meminta izin presiden," ujar kuasa hukum Novanto Fredrich Yunadi senin malam, (13/11/2017).

Gugatan tersebut kemudian akan diproses Mahkamah Konstitusi. Juru bicara Mahkamah Konstitusi Fajar laksono mengatakan bahwa kepaniteraan kini sedang mengecek kelengkapan berkas permohonan.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help