Pemyanderaan di Papua

Komisioner Komnas HAM Minta Semua Pihak Menahan Diri Hadapi Kekerasan Bersenjata di Papua

Al Harab mengatakan pihak KKB perlu diajak komunikasi untuk tetap menjamin keamanan dan kesejahteraan bagi 3 ribu penduduk

Komisioner Komnas HAM Minta Semua Pihak Menahan Diri Hadapi Kekerasan Bersenjata di Papua
Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR
Ilustrasi kondisi di Papua 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Amiruddin Al Harab meminta semua pihak menahan diri untuk tidak memperkeruh suasana menghadapi konflik bersenjata di kawasan Tembagapura, Papua yang sedang terjadi akhir-akhir ini.

Seperti diketahui Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sana telah menyandera 3 ribu warga di kampung Utikini, Kimbely, dan Banti selama satu bulan terakhir.

Al Harab mengatakan pihak KKB perlu diajak komunikasi untuk tetap menjamin keamanan dan kesejahteraan bagi 3 ribu penduduk di tiga kampung itu.

 “Semua pihak saat ini perlu menahan diri agar situasi tidak memburuk, tidak menambah keriuhan. Komunikasi dengan semua pihak termasuk dengan KKB harus terus dilakukan agar pasokan bahan makanan ke tiga kampung tetap terjaga,” ujarnya di Kantor Komnas HAM, Selasa (14/11/2017).

Sementara bagi pihak kepolisian, Al Harab berharap kepolisian mengedepankan aspek-aspek kemanusiaan dalam menjaga keamanan di kawasan tersebut.

“Polisi harus hati-hati dalam bertindak demi menghindari korban. Polisi harus mengedepankan sifat-sifat kemanusiaan dalam menyelesaikan masalah di sana,” ungkap mantan aktivis di Papua Resource Centre tersebut.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help