Korupsi KTP Elektronik

Rochmadi Tak Menduga Satu Sel dengan Ketua DPR

Ia terbangun dan tak menduga kedatangan penghuni baru di selnya, yakni Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar

Rochmadi Tak Menduga Satu Sel dengan Ketua DPR
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tersangka suap pemberian predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) Kemendes PDTT, Rochmadi Saptogiri, keluar dari gedung KPK Jakarta usai menjalani pemeriksaan, Rabu (6/9/2017). Rochmadi Saptogiri yang menjabat sebagai auditor utama BPK ini kembali ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) bersama rekannya yang juga auditor BPK, Ali Sadli. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rochmadi Saptogiri tengah tertidur di kasur busanya di sel berukuran sekitar 2,5x5 meter persegi di Rutan Klas I Cabang KPK, Jakarta, Senin dini hari, 20 November 2017.

Ia terbangun dan tak menduga kedatangan penghuni baru di selnya, yakni Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

"Enggak (menduga). Masa' menduga-duga, enggak, enggak tahu (sebelumnya)," ujar Rochmadi saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/11).

Baca: Warga Wonogiri Dihebohkan oleh Anak Sapi yang Terlahir dengan Mata Tiga dan Dua Hidung

Rochmadi Saptogiri merupakan auditor utam Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menjadi tersangka kasus dugaan penerimaan suap Rp 240 juta dan gratifikasi Rp 3,5 miliar dan pencucian uang terkait pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Tahun 2016.

Rochmadi yang mengenakan batik lengan panjang warna krem berada di Pengadilan Tipikor Jakarta untuk mengikuti sidang perkaranya.

Sementara, Setya Novanto merupakan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik Kemendagri Tahun 2011-2012 dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun.

Novanto yang telah berstatus tahanan dijemput dari tempat prmbantaran, Rumah Sakit Cipto Mangunksumo (RSCM) Jakarta ke gedung KPK dan langsung ditahan di rutan baru KPK pada Senin dini hari, 20 November 2017.

Rochmadi menceritakan, sebelumnya dirinya sempat melihat pemberitaan di televisi di dalam rutan bahwa Novanto akan ditempatkan di Rutan KPK. Namun, ia tak menduga Novanto bakal satu sel dengan dirinya.

"Ya saya tahu, kan ada di running text di tv," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help