Jumat, 29 Agustus 2025

Pemilu 2019

Sebut Pemilu Banyak Kecurangan, Emak-Emak Pendukung Prabowo-Sandiaga Bawa Keranda di Depan KPU

Mereka, seperti diketahui menuntut agar KPU tidak berbuat curang yang menurutnya sudah terstruktur, sistematis, dan masif

Tribunnews.com/Reza Deni
Sejumlah relawan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga mendatangi KPU RI pada Kamis (2/5/2019) sore 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah relawan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandiaga mendatangi KPU RI pada Kamis (2/5/2019) sore.

Kedatangan mereka tergabung dalam Relawan Satgas Rekap Militan.

Baca: Sebut Sistem IT KPU Belum Optimal, Sandiaga Uno : Perlu Diawasi

Mereka, seperti diketahui menuntut agar KPU tidak berbuat curang yang menurutnya sudah terstruktur, sistematis, dan masif.

Para relawan yang sebagian besar kaum emak-emak tersebut datang menggunakan pakaian serbahitam dan berdiri di depan gerbang KPU.

Tak hanya itu, emak-emak tersebut membawa keranda yang ditutupi kain putih bertuliskan 'Azab KPU Curang, Jenazah Memanjang'.

"Rezim ini sudah zalim, kecurangan pemilu yang sudah tersebar di mana-mana. Kalau KPU membiarkan kecurangan ini, semoga azab Tuhan menerpa mereka," kata Tri Erniati yang berorasi di atas mobil komando.

Emak-emak yang berada di depan gerbang KPU kemudian meneriakkan "KPU Jangan Curang!" dan "Bangsa Indonesia Bangkit!"

"KPU Kantor Pemakaman Umum, KPU Kantor Pemakaman Umum!" teriak massa emak-emak.

Baca: Naik Mobil Berpelat Nomor B 2024 AHY, Agus Harimurti Temui Jokowi

Tri berjanji jika jajaran KPU tetap membiarkan kecurangan terjadi hingga 22 Mei 2019 yang diketahui sebagai batas akhir rekapitulasi nasional.

"Kalau masih ada kecurangan, kami akan buat perhitungan. Kami akam kembali datang ke KPU dengan massa yang lebih banyak" kata Tri.

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan