Sabtu, 30 Mei 2026

PPTI Hadirkan Edukasi TBC Interaktif, Anak-anak Belajar Sambil Bermain

PPTI Road To School bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai tuberkulosis, mulai dari gejala, cara penularan, hingga pencegahannya.

Tayang:
Istimewa
EDUKASI TBC - Program PPTI Road To School yang diusung oleh Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI). Lewat program ini, para siswa SD diajak mengenal apa itu TB, bagaimana gejala dan pencegahannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Suasana aula SD Avicenna, Cinere, Depok, tampak penuh antusias saat Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) menggelar program edukasi tuberkulosis (TB) bagi para siswa sekolah dasar.

“Siapa yang tahu apa itu TBC?” tanya dr. Ika Herniyanti kepada para murid yang langsung menyambut dengan penuh semangat. Tangan-tangan kecil pun terangkat tinggi, berebut menjawab pertanyaan seputar penyakit TB.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program PPTI Road To School yang bertujuan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai tuberkulosis, mulai dari gejala, cara penularan, hingga langkah pencegahannya.

Melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan, para siswa diajak belajar praktik Senam Etika Batuk melalui video tutorial dan pendampingan enam fasilitator PPTI.

“Dengan memakai masker dan menutup mulut menggunakan lengan atas saat batuk, anak-anak dapat memahami cara mencegah penularan kuman TB kepada orang lain,” ujar dr. Ika.

Baca juga: Yani Panigoro Ingatkan Bahaya TBC di Kawasan Padat Penduduk

Permainan Ular Tangga TB

Tak hanya edukasi secara teori, kegiatan juga dikemas melalui berbagai permainan interaktif agar materi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Salah satunya melalui permainan pesan berantai edukasi TBC dan ular tangga dengan dadu raksasa yang berisi informasi seputar penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut.

PPTI bermain ular tangga
Ular Tangga Solusi Kreatif Edukasi TB

Ketua Umum PPTI, Yani Panigoro, mengatakan edukasi TB sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam upaya memutus rantai penularan tuberkulosis di Indonesia.

“Harapannya, para siswa dapat menjadi agen perubahan atau duta kesehatan cilik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitarnya. Anak-anak juga belajar mengenai stigma dan empati, bahwa penderita TB bukan untuk dijauhi, melainkan perlu didukung agar bisa sembuh,” ujar Yani.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Avicenna, Urai Ramadhani, menyambut positif kegiatan edukasi tersebut. Ia mengatakan para murid dan guru terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir acara.

Baca juga: Ketum PPTI Yani Panigoro Ungkap Perjuangan Kader Para Penyembuh TBC

Sesuai Minatmu
Admin: Sponsored Content
Rekomendasi untuk Anda
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved