Wabah Tuberkolosis Landa Malaysia, Wisatawan Diminta Waspada, Disarankan Pakai Masker
Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad mengatakan Selangor mencatat jumlah tertinggi, dengan empat klaster yang melibatkan 10 kasus.
TRIBUNNEWS.COM, MALAYSIA - Malaysia dilanda wabah tuberkulosis (TB).
Negara tetangga Indonesia itu mengidentifikasi 10 klaster tuberkulosis (TB) aktif pada tahun 2026, yang semuanya masih aktif hingga 7 Februari.
Menteri Kesehatan Dzulkefly Ahmad mengatakan Selangor mencatat jumlah tertinggi, dengan empat klaster yang melibatkan 10 kasus.
“Johor melaporkan satu klaster dengan 37 kasus, sementara Kedah dan Kelantan masing-masing mencatat satu klaster dengan dua kasus.
“Kemudian disusul oleh Pahang, dengan satu klaster yang melibatkan empat kasus, Perlis dengan satu klaster yang melibatkan dua kasus, dan Sabah dengan satu klaster yang melibatkan lima kasus.”
Dr Ahmad Yunus telah meminta Kementerian Kesehatan untuk menyatakan status terkini klaster TB berdasarkan negara bagian, termasuk jumlah kasus aktif yang masih dalam pengawasan.
Ia juga meminta kementerian untuk menjelaskan langkah-langkah penyaringan dan pengendalian spesifik yang diterapkan di lembaga-lembaga berisiko tinggi seperti sekolah berasrama, penjara, dan asrama pekerja, untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Dr. Dzulkefly mengatakan bahwa di lembaga berisiko tinggi seperti sekolah berasrama, penjara, dan asrama pekerja, skrining dilakukan sesuai dengan Manual Sistem Informasi Tuberkulosis (TBIS 2018), yang mencakup identifikasi kontak, evaluasi, dan skrining.
Mengenai TBC atau TB
- Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium uberculosis.
- TBC paling sering menyerang paru-paru, tetapi bisa juga mengenai organ lain seperti tulang belakang, ginjal, otak, kulit, kelenjar getah bening, dan jantung.
- Termasuk salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia setelah COVID-19.
- Penularan terjadi melalui udara ketika penderita batuk atau bersin.
- Percikan dahak (droplet) yang mengandung bakteri bisa terhirup orang lain.
- Sekali batuk dapat mengeluarkan ribuan kuman M. tuberculosis.
Wisatawan diminta pakai masker
Para ahli menyarankan wisatawan yang bepergian selama musim liburan untuk mengambil langkah-langkah keselamatan.
Menurut Rafdzah Ahmad Zaki, profesor epidemiologi dan kesehatan masyarakat di Universiti Malaya, masyarakat harus mengenakan masker wajah saat bepergian dan segera mencari perawatan medis jika menunjukkan gejala tuberkolosis (TBC).
“Jika Anda merasa tidak enak badan, sebaiknya jangan bepergian tetapi karena ini musim liburan, banyak yang ingin pulang kampung dan bertemu keluarga mereka. Jadi, jika Anda memiliki gejala apa pun, disarankan untuk memeriksakan diri.”
“Hal lainnya adalah mengenakan masker untuk mencegah penyebaran bakteri atau virus, terutama di transportasi umum. Bukan hanya TBC, ada juga jenis penyakit menular lainnya,” katanya.
Dr Rafdzah juga menyarankan masyarakat untuk menjaga pintu dan jendela tetap terbuka saat ada perkumpulan, untuk memastikan ventilasi yang baik.
Dia mengatakan bahwa karena TBC adalah penyakit menular dan masa inkubasinya panjang, penyakit ini akan menyebar jika penularannya tidak dikendalikan.
“Jadi, ketika sebuah kasus terdeteksi, kami melakukan skrining yang lebih aktif dan dengan demikian menemukan lebih banyak kasus,” katanya, menambahkan bahwa masyarakat perlu lebih waspada.
Sumber: StraitsTimes
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-penderita-tuberculosis-tbc-kemenkes.jpg)