Senin, 13 April 2026

Indonesia Catat 1 Juta Kasus TB per Tahun, WHO Desak Temukan Kasus Lebih Dini

Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus Tuberkulosis (TB) dunia.Ada lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahunnya .

Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
Perwakilan WHO Indonesia, dr. Setiawan Jati Laksono, Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus dalam kegiatan Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus Tuberkulosis (TB) dunia.
  • Ada lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahunnya di Indonesia.
  • Ini menjadikan RI sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

 


 
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Perwakilan WHO Indonesia, dr. Setiawan Jati Laksono, menyebut Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus Tuberkulosis (TB) dunia.

Ada lebih dari 1 juta kasus TB setiap tahunnya di Indonesia dan menjadikan RI sebagai salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

Baca juga: Wamendagri Wiyagus: Komitmen Pemda jadi Bagian Dari Upaya Percepatan Penuntasan TBC

Data menunjukkan, pada 2024 terdapat sekitar 118.000 kematian akibat TB pada orang tanpa HIV dan 8.100 kematian pada orang dengan HIV di Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan Temu Media Hari Tuberkulosis Sedunia 2026, di kantor Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/4/2026).

“TB masih menjadi ancaman global. Ada kemajuan, tetapi belum cukup cepat. Komitmen politik dan pendanaan nasional sangat menentukan,” ujarnya.

WHO juga menyoroti tantangan besar, seperti kasus yang belum terdiagnosis, TB resistan obat, serta faktor risiko seperti malnutrisi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Ditambahkan Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin P. Octavianus, tuberkulosis di tanah air masih menjadi tantangan besar. 

Ia mengungkapkan, setiap menit dua orang terinfeksi TB dan setiap empat menit satu orang meninggal dunia di Indonesia.

"Ini bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan faktor sosial, ekonomi, gizi, dan lingkungan,” ujar Wamenkes.

 

CKG Jadi Deteksi Dini

Pemerintah Indonesia berupaya mempercepat eliminasi TB sebagai langkah darurat nasional.

Melalui deteksi dini masif, termasuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan target menjangkau 130 juta masyarakat pada 2026.

Selain itu, strategi lain yang diperkuat meliputi pelacakan kontak erat, pemberian terapi pencegahan TB, serta penguatan peran masyarakat dan kader kesehatan.

Pemerintah daerah juga memegang peranan penting dalam mengoordinasikan upaya penanggulangan TB lintas sektor. Namun, hingga saat ini, baru sekitar 5.711 dari total 84.276 desa di Indonesia yang telah membentuk Desa/Kelurahan Siaga TB. Program ini telah tersebar di 22 provinsi dan 108 kabupaten/kota.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved