Apindo: Indonesia Belum Mampu Hadapi Perdagangan Bebas
Rencananya AEC tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2015
Penulis:
Adiatmaputra Fajar Pratama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai Pemerintah Indonesia belum mampu menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau perdagangan bebas. Rencananya AEC tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2015.
Sofjan Wanandi menilai Pemerintah belum memberikan dukungan penuh kepada para pengusaha. Sofjan juga menilai kalau pengusaha dalam negeri banyak memberikan kontribusi kepada negara tanpa diberikan bantuan.
"Saya tidak percaya kalau kita siap, kalau cara pemerintah seperti ini," ungkap Sofjan Wanandi, di Kementerian Perdagangan, Jum'at (22/3/2013).
Dalam AEC tersebut, semua negara Asia Tenggara bisa melakukan transaksi jual beli tanpa dikenakan bea keluar dan bea masuk. Menanggapi hal itu, Sofjan menilai pemerintah belum memberikan kebijakan yang meringankan pengusaha, baik pemberian insentif maupun meringankan bea keluar di beberapa komoditi ekspor.
"Pemerintah dan Pengusaha belum melakukan koordinasi dengan baik untuk menghadapi perdagangan bebas tersebut," ungkap Sofjan Wanandi.
Saat ini, Sofjan menjelaskan kalau belum ada komunikasi antara dua arah dari Kementerian maupun swasta.
"Situasi sekarang antara kementerian satu dengan yang lainnya harus saling mendukung, karena negara kita hebat karna kekayaan dan pasar yang besar saja," jelas Sofjan.
Menurut Sofjan, sektor yang saat ini belum siap menghadapi perdagangan bebas di 2015 adalah sektor logistik dan sektor yang sudah siap adalah sektor kekayaan alam, namun hal tersebut sangat membutuhkan dukungan pemerintah.
"Logistik menurut saya belum siap, kekayaan alam saja yang siap, sebenarnya yang sudah siap ada 3-4 sektor, namun itu semua tergantung persiapan dari pemerintah," pungkasnya.