Minggu, 31 Agustus 2025

Demo di Jakarta

Pengusaha Pusat Belanja Resah Banyaknya Aksi Demo di Jakarta

Pusat perbelanjaan sebagai salah satu fasilitas publik akan tetap mengupayakan untuk dapat terus beroperasi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
PUSAT PERBELANJAAN - Pengunjung memilih pakaian di Blok M Plaza, Jakarta. Pusat perbelanjaan sebagai salah satu fasilitas publik akan tetap mengupayakan untuk dapat terus beroperasi melayani kebutuhan masyarakat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyatakan bahwa aksi demonstrasi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir di Jakarta berpotensi memengaruhi jumlah kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan.

Ia mengatakan, pusat perbelanjaan sebagai salah satu fasilitas publik akan tetap mengupayakan untuk dapat terus beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.

"Namun, tentunya dengan tetap mengutamakan dan mengedepankan faktor kenyamanan serta terutama faktor keamanan pengunjung," kata Alphonzus kepada Tribunnews, Sabtu (30/8/2025).

Baca juga: Cerita Pedagang Asongan di Tengah Gas Air Mata Demo Grahadi Surabaya: Yang Penting Saya Selamat

Mengingat kondisi di beberapa wilayah masih ada yang terdampak langsung imbas demo, dia bilang setiap pengelola akan mempertimbangkan dan mengambil keputusan yang terbaik bagi masing-masing pusat perbelanjaan.

Pusat Perbelanjaan disebut dapat memutuskan untuk tetap beroperasi normal sepenuhnya.

Namun, mereka juga bisa menutup sementara operasionalnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat.

"Kunjungan ke banyak pusat perbelanjaan tentunya juga akan terganggu, namun APPBI tetap optimis tingkat kunjungan akan segera pulih normal dalam waktu dekat," ujar Alphonzus.

Ia berharap semua pihak dapat menahan diri agar situasi dan kondisi tetap kondusif.

Sehingga, tidak mengganggu aktivitas masyarakat banyak yang berpotensi terpuruknya kelangsungan kehidupan rakyat Indonesia.

Ia juga mengimbau dan berharap agar pemerintah bertindak secara cepat dan bijaksana untuk menyelesaikan permasalahan secara tuntas.

"Perekonomian harus dijaga agar rakyat Indonesia dapat tetap menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera," ucap Alphonzus.

"Namun tentunya perekonomian akan terpuruk jika situasi dan kondisi keamanan serta politik tidak kondusif," jelasnya. 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan