Senin, 1 September 2025

Pemerintah Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Indonesia Timur

Saat ini masih ada hampir 11.000 desa kategori tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang mayoritas berada di wilayah Indonesia Timur.

Istimewa
PERCEPATAN EKONOMI - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Sekjen Kemendes PDT) Taufik Madjid (Kiri) dan Country Programme Officer IFAD Indonesia Yumi Sakata (kanan). Pemerintah terus mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia Timur.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Sekjen Kemendes PDT) Taufik Madjid mengatakan untuk menuju ke arah itu berbagai cara dilakukan, termasuk lewat program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad).

Menurutnya, program di atas merupakan satu dari sekian banyak program yang digulirkan oleh pemerintah untuk pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.

Apalagi, saat ini masih ada hampir 11.000 desa kategori tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang mayoritas berada di wilayah Indonesia Timur.

Baca juga: Bank Mandiri Sambut Positif Penurunan BI Rate, Perkuat Peran Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menurutnya, transformasi ekonomi kampung terpadu didesain untuk meningkatkan pendapatan keluarga yang dasarnya harus bertumpu pada potensi dan sumber daya yang ada di masing-masing desa.

“Harapannya program ini akan menstimulasi untuk mendorong percepatan agar desa dengan kategori tertinggal dan sangat tertinggal bisa keluar menjadi desa yang maju dan mandiri,” ujar Taufik, Jumat (29/8/2025).

Lebih lanjut ia mengatakan, program ini satu nafas dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029 yang disusun oleh Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) berdasarkan visi Presiden Prabowo Subianto.

Dalam RPJMN tersebut ada tiga hal yang sangat penting yang harus dilakukan.

Pertama adalah memerangi kemiskinan di desa-desa.

Kedua, meningkatkan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan yang ketiga adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Tiga nafas ini yang harus menjadi bagian penting dari aneka kebijakan dan program untuk masuk ke desa-desa. Untuk itu, program Tekad merupakan rangkaian yang kita ingin menyahuti nafas yang ada dalam perintah RPJMN 2025-2029,” ungkap Taufik.

Sementara itu, Country Programme Officer IFAD Indonesia Yumi Sakata mengatakan bahwa transformasi ekonomi kampung terpadu adalah program inovatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di desa dan sebagai upaya transformasi untuk meningkatkan pertumbuhan di Indonesia bagian Timur.

Ia mengungkapkan, target utamanya adalah lebih dari 1.000 desa yang menyasar 150.000 rumah tangga dan akan bermanfaat bagi lebih dari satu juta orang yang tinggal di daerah program ini dilaksanakan.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi semua pihak yang terlibat, mendukung dan berkolaborasi bersama-sama melaksanakan  program Tekad, baik pemangku kebijakan hingga tempat program ini dilaksanakan, baik di nasional maupun di desa-desa.

Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu

Halaman
12

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

asia sustainability impact consortium

Follow our mission at www.esgpositiveimpactconsortium.asia

Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan