Petani Kopi Ciamis Masih Tergantung Tengkulak
Petani kopi di Ciamis masih bergantung kepada tengkulak. Hal tersebut terjadi karena para petani belum punya modal untuk menampung
TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Petani kopi di Ciamis masih bergantung kepada tengkulak. Hal tersebut terjadi karena para petani belum punya modal untuk menampung kopi di bangsal pengolahan biji kopi senilai Rp 1 M bantuan dari gubernur tahun lalu. Bangsal tersebut belum beroperasi sejak diserahkan.
Petani kopi, H Eman Sukirman, mengatakan petani kopi tidak punya kekuatan dalam penawaran harga kepada para tengkulak.
"Di Rajadesa tahun lalu sudah dibangun bangsal pengolahan biji kopi dengan dana Rp 1 miliar dari bantuan gubernur. Tapi sampai saat ini belum beroperasi karena kelompok belum punya modal untuk menampung kopi hasil panen petani," katanya, Kamis (23/5/2013).
Permasalahan yang terjadi saat ini, harga biji kopi kering jemur di tingkat petani di Rajadesa, Ciamis, hanya Rp 18.000/kg, sementara di Jawa Timur sudah menembus Rp 20.000/kg. Dikhawatirkan harga ini akan jatuh menyusul masuknya musim panen raya bulan Agustus nanti.
"Dibandingkan dengan harga sebulan lalu, harga di tingkat petani dalam seminggu ini memang ada kenaikan. Sebulan lalu masih Rp 16.000/kg, tetapi sekarang sudah menembus angka Rp 18.000/kg," ujar H Eman Sukirman.
Di Rajadesa ada sekitar 2.290 hektare tanaman kopi yang menyebar seperti di Desa Tigaherang, Sukaharja, Handapraja, Purwajaya, Sukajaya, Tanjungjaya, Tanjungsari, dan Desa Rajadesa. Bulan Agustus nanti diperkirakan akan memasuki panen raya. "Khawatirnya waktu panen raya, harga kopi kembali jatuh," ujar Eman.
Menurut mantan Kepala Bappeda Ciamis, Ir H Tiwa Sukrianto MP pada acara workshop, di DPRD Ciamis Kamis (23/5/2013), untuk meningkatkan nilai tawar harga kopi hasil panen petani di Rajadesa, perlu adanya sentuhan teknologi seperti dengan memperkenalkan inovasi kopi luwak.
"Dengan memelihara luwak, nilai harga kopi hasil fermentasi dalam perut luwak luar biasa mahalnya. Bisa mencapai Rp 1,5 juta/kg. Atau secangkir kopi luwak hangat harganya Rp 35.000/gelas," ujar Tiwa. (sta)