Rabu, 8 April 2026

Indonesia Masuk Peringkat Kelima soal Keamanan Malam Hari

Percaya atau tidak, ternyata Indonesia masuk peringkat ke lima soal keamanan di malam hari di dunia

Editor: Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM/RICHARD SUSILO
Laporan Global Talent Competitiveness Index 2013 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Percaya atau tidak, ternyata Indonesia masuk peringkat ke lima soal keamanan di malam hari di dunia. Itulah peringkat yang dibuat Adecco Group dari hasil survei yang menyajikan Indeks Persaingan Kemampuan Global - GTCI (Global Talent Competitiveness Index) yang dibuat November 2013.

"Benar sekali, Indonesia menduduki peringkat kelima terbaik dari 103 negara yang kami survei, untuk keamanan di malam hari," papar seorang eksekutif Adecco Group, Aileen Huang khusus kepada Tribunnews.com, Senin (6/1/2014).

Menurutnya hal tersebut merupakan hal yang sangat baik bagi Indonesia, menjadi modal daya tarik kepada investor asing untuk bisa memikat lebih banyak lagi investor asing ke Indonesia karena keamanan yang baik di Indonesia.

"Hal ini merupakan salah satu dari banyak variabel dalam pengukuran kualitas sebuah negara dan semua variabel tersebut mengarah kepada kualitas hidup serta akan menarik dan meningkatkan kualitas talent (bakat) untuk semakin lebih baik lagi," tambahnya.

Secara keseluruhan Indonesia berada di peringkat (ranking) ke-84 dari 103 negara yang di survei tersebut. Namun score GTCI dalam profil Indonesia tertulis dengan Indeks Persaingan Global sebesar 37. Score tambah tinggi artinya persaingan global tambah baik.

Hal ini lebih terbukti lagi setelah melihat rincian detil mengenai produktivitas tenaga kerja Indonesia (total keseluruhan rata-rata) hanya di peringkat 73 di dalam 103 negara yang disurvei. Sedangkan produktivitas tenaga kerja per pribadi (perorangan) hanya di peringkat 80 dari 103 negara yang di survei.

Tenaga ahli di Indonesia akan jauh semakin meningkat banyak pada tahun 2030 dari yang semula saat ini hanya skeitar 50 juta orang akan mencapai 113 juta orang sedikitnya karena kemajuan perkembangan ekonomi Indonesia yang luar biasa baik di masa mendatang, tulis laporan itu lagi.

Laporan tersebut juga mengkategorisasikan Indonesia saat ini sebagai Lower Middle Income dan di kategori ini Indonesia di peringkat ke-58.

Selain itu menurut World Economic Forum yang dikutip dalam laporan GTCI tersebut, menekankan risiko talent (tenaga ahli berbakat) tahun 2011 sesuai hasil penelitian The Boston Consulting Group.  Hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa berdasarkan tingkat kelahiran dan ukuran populasi di Indonesia, kekurangan tenaga kerja yang ahli yang sangat dibutuhkan sesuai dengan perkembangan dunia di tengah negara ekonomi besar yang ada seperti AS dan Eropa, maka Indonesia akan menghadapi kekurangan tenaga kerja yang berkualitas, tenaga kerja spesialis, karena kekurangan tingkat kemampuan di masyarakatnya.

"Industri ketenagakerjaan di Indonesia dan India tampaknya gagal untuk berkembang dengan baik dan cepat," tulis GTCI lagi.

Untuk level negara yang menyerap ilmu dan pengetahuan teknologi ternyata Indonesia juga masih lemah hanya di peringkat ke-48. Sedangkan Swedia adalah negara yang paling tinggi menyerap ilmu dan teknologi di dunia, diikuti Islandia, Swis, Jepang dan Israel di peringkat kelima.

Satu hal lagi yang mengejutkan pula adalah kemudian berbisnis di Indonesia ternyata hanya di peringkat ke-88. Negara yang paling mudah berbisnis adalah Singapura, diikuti oleh Selandia baru, Amerika Serikat, Denmark dan Norwegia.

Rekomendasi untuk Anda

BizzInsight

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved