Menteri ESDM Harus Atasi Ekspor Timah Ilegal di Babel
Keberadaan tambang dan ekspor timah ilegal ternyata masih marak terjadi di Bangka Belitung
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan tambang dan ekspor timah ilegal ternyata masih marak terjadi di Bangka Belitung. Hal tersebut seharusnya menjadi salah satu fokus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said.
Direktur Program Lembaga Kajian dan Advokasi Energi dan Sumber Daya Alam (LKA-ESDA), AC Rachman, memaparkan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand dan Singapura yang tidak memiliki tambang justru mampu mengekspor sekitar 20.000 ton per tahun.
"Pengelolaan kekayaan negeri yang amburadul ini menjadi peringatan keras bagi Sudirman Said. Triliunan rupiah hilang tak berbekas setiap tahunnya dari kegiatan penambangan timah illegal dan ekspor gelap," kata Rachman, Senin (29/6/2015).
Menurut dia, Malaysia dan Thailand yang sudah habis timahnya, dari data yang ada mempunyai produksi timah di hilir yang sangat besar. Bahkan Singapura pun mampu menjadi pengekspor timah.
Selain itu, dia mempertanyakan program pembinaan yang dilakukan Kementerian ESDM terhadap masyarakat yang berada di lokasi tambang dan terlibat dalam kegiatan tambang ilegal.
"Dimana Sudirman Said? Apakah yang bersangkutan paham akan hal ini?" ungkap Rachman.
Rachman memaparkan penambangan timah merupakan bagian dari tugas pokok Kementerian ESDM. Menteri ESDM yang baik harus cepat dalam merespons masalah tambang dan ekspor ilegal timah.
"Ketika sektor ini diabaikan dan membuat murka presiden, menterinya diam saja dan sibuk dengan hal-hal lain, apakah pantas?" papar Rachman.
Seperti diketahui, dalam rapat terbatas (ratas) pekan lalu (25/6), Presiden Jokowi menginstruksi kepada jajaran menterinya untuk penyelesaian masalah tambang dan ekspor timah ilegal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/timah-produk_20150609_120906.jpg)