Mudik Lebaran 2018

Konsumsi Premium Paling Banyak Dibanding Pertamax dan Pertalite Selama Mudik 2018

Kemudian Pertamax menyusul dengan persentase kenaikan sebesar 13 persen dibandingkan hari biasa dari 15 ribu kl menjadi 17 ribu kl.

Konsumsi Premium Paling Banyak Dibanding Pertamax dan Pertalite Selama Mudik 2018
Tribun Kaltim/Christopher Desmawangga
Aktivitas jual beli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, jalan A Yani, lokasi terjadinya perampokan tetap berjalan seperti biasa, Selasa (13/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Posko Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan penggunaan Premium melambung tinggi selama musim mudik 2018 paling tinggi dibandingkan BBM jenis gasoline lainnya.

Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Ibnu Fajar menyebutkan untuk Premium meningkat 23 persen dari rata-rata pendistribusian normal sebesar 26 ribu kiloliter (kl) menjadi 32 ribu kl.

"Premium atau Ron 88 meningkat 23 persen, dengan puncak tertinggi terjadi di H-1 dengan jumlah berkisar 41 ribu KL atau meningkat 59 persen," kata Ibnu Fajar, di kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018).

Kemudian Pertamax menyusul dengan persentase kenaikan sebesar 13 persen dibandingkan hari biasa dari 15 ribu kl menjadi 17 ribu kl.

Untuk Pertamax puncak tertinggi terjadi di H-3 dengan jumlah berkisar 24 ribu KL atau meningkat 51 persen.

Sedangkan Pertalite meningkat 6 persen dari 46.171 kl menjadi 48.670 kl.

"Pertalite RON 90 meningkat 6 persen, puncak tertinggi terjadi di H-1 dengan jumlah berkisar 63 ribu KL atau meningkat 38 persen," kata Ibnu Fajar.

BBM jenis lainnya yakni Avtur juga mengalami lonjakan 1,26 persen dari rata-rata pendistribusian normal dengan puncak pegunungan pasa H-7 sebesae 16 ribu KL.

Ada empat bandara yang paling banyak mengalami peningkatan konsumsi avtur yakni Bandara Soekarno-Hatta di Banten, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Surabaya dan  Bandara Adisutjipto di Yogyakarta.

"Empat bandara tersebut peningkatan konsumsinya paling banyak, ini sepertinya karena daerah destinasi wisata," pungkas Ibnu Fajar.

Sedangkan bbm jenis gasoil mengalami penurunan 8 persen dengan rincian untuk solar mengalami penurunan sebesar 8 persen,  declxlite turun 6 persen,  dan pertamina dex turun 1 persen.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved