Reaktivasi KA Cibatu-Garut Kembangkan Pariwisata dan Perekonomian di Jawa Barat

Pemerintah sedang melakukan reaktivasi Kereta Api jalur Cibatu-Garut guna mendukung perkembangan pariwisata dan perekonomian di Jawa Barat.

Reaktivasi KA Cibatu-Garut Kembangkan Pariwisata dan Perekonomian di Jawa Barat
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Salah seorang warga Kampung Cibodas, Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Garut mulai membongkar rumah yang dibangun di atas jalur KA Cibatu-Garut, Kamis (17/1/2019). TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah sedang melakukan reaktivasi Kereta Api jalur Cibatu-Garut guna mendukung perkembangan pariwisata dan perekonomian di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara kunjungan kolaborasi bersama tiga kementerian dan lembaga lainnya di Garut, Jumat (26/4/2019).

"Ini merupakan program dari PT Kereta Api Indonesia. Reaktivasi Cibatu ke Garut ini adalah tahap pertama untuk melanjutkan reaktivasi jalur KA selanjutnya. Jadi bukan terbatas di Garut saja tetapi juga ada yang di Cianjur, ada yang di Pangandaran dan sebagainya," ujar Menhub Budi Karya Sumadi.

Menhub menjelaskan untuk program pendanaan reaktivasi jalur KA berasal dari APBN, PT KAI dan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Reaktivasi tahap pertama ini rencananya akan selesai pada Desember 2019 dan beroperasi pada Februari 2020.

Baca: Misteri Keberadaan Rian Subroto Pengguna Vanessa Angel yang Kini Jadi Buron hingga Sayembara Umrah

"Program-programnya akan ada kombinasi dari APBN, PT KAI dan skema KPBU. Kita ingin mengaktifkan jalur-jalur lama itu diharapkan jalur-jalur lama itu bisa menghidupkan sektor ekonomi bagi keseharian masyarakat, khususnya bagi dunia pariwisata," jelas Menhub.

Budi Karya Sumadi menyatakan, ada beberapa tempat yang akan dilakukan reaktivasi di Jawa Barat, yaitu Cibatu - Garut - Cikajang, Cianjur- Padalarang, Bandung-Ciwidey, Rancaekek - Tanjungsari - Kertajati, dan Banjar-Pangandaran-Cijulang.

Untuk 2019, pembangunan akan difokuskan ke Cibatu - Garut - Cikajang dan Cianjur - Padalarang.

"Tahun ini kita konsentrasi di dua tempat, satu di Cibatu, kedua di Cianjur. Disini kurang lebih 60 sampai 70 km, sedangkan di Cianjur kira-kira 50 km, targetnya itu selesai tahun ini," ucap Menhub.

Dana yang digelontorkan untuk reaktivasi tahap pertama yaitu Garut ini sebanyak 400 miliar rupiah, sedangkan Cianjur menuju Padalarang akan menelan dana sebesar 300 miliar rupiah.

Ia menargetkan reaktivasi ini selesai dalam kurun waktu lima tahun.

Baca: Kalahkan Wasekjen PDIP hingga Hidayat Nur Wahid di Singapura, Tsamara Amany Tak Lolos ke Senayan

"Yang perlu banyak waktu pengerjaan memang Ciwidey, Kertajati, Pangandaran, karena beberapa dibutuhkan pembebasan tanah. Kita harapkan program ini akan berlangsung satu sampai 5 tahun," kata Budi Karya Sumadi.

"Kita juga bisa dari Sukabumi ke Jogja tanpa harus ke Jakarta dari Bogor, maupun dari Sukabumi kita juga bisa dari Bandung ke Kertajati. Jadi (ke Kertajati) tidak saja menggunakan tol tetapi bisa menggunakan kereta api," tutur Menhub

Dalam kunjungannya Menteri Perhubungan bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat berkunjung ke Situ Bagendit dan mencicipi kuliner khas Garut.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved