Potensi Jualan Mobil Bekas via e-Commerce Mulai Disesaki Pemain Baru

Perusahaan yang tak memiliki core bisnis mobil bekas pun tertarik untuk masuk bersaing dengan pelaku industri e-commerce.

Potensi Jualan Mobil Bekas via e-Commerce Mulai Disesaki Pemain Baru
HANDOUT
Mobil bekas menjadi pilihan menarik bagi sebagian orang yang ingin memiliki mobil. 'Hot Deals Carnnvals', Pameran Mobil Bekas dan Berkualitas, yang diselenggarakan portal marketplace otomotif Mobil123.com di di Scientia Square Park, Gading Serpong, Tangerang, Sabtu-Minggu (29-30/9/2018) menawarkan sekitar 150 unit mobil bekas berbagai merk, tipe dan tahun pembuatan dengan kondisi masih mulus. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Populasi mobil bekas di Indonesia membuat banyak perusahaan tertarik mengembangkan penjualan via online.

Perusahaan yang tak memiliki core bisnis mobil bekas pun tertarik untuk masuk bersaing dengan pelaku industri e-commerce.

Misalnya saja, PT Blue Bird Tbk (BIRD) yang membuat bisnis lelang mobil bekas. Pekan lalu, BIRD menggandeng Mitsubishi UFG dan Takari Kokoh membentuk usaha patungan.

Ketiganya membangun perusahaan baru, yakni PT Balai Lelang Caready. Perusahaan patungan itu membutuhkan investasi sebesar Rp23 miliar pada tahap awal. Adapun BIRD memiliki 51% kepemilikan modal di perusahan tersebut.

Saat ini balai lelang offline sudah ada di Bekasi. Rencananya akan ada penambahan daerah baru namun belum dibeberkan lokasinya. Serambi memantapkan penjualan lelang lewat online caready.co.id.

Direktur Keuangan BIRD, Sandy Permadi menjelaskan pasar mobil bekas sangat luas. Sehingga perusahaan tertarik untuk menanamkan modal ke anak usaha baru ini sebagai bagian ekosistem bisnis BIRD.

"Tujuannya selain untuk jadi tempat penjualan mobil bekas Blue Bird juga untuk menjual mobil bekas dari perusahaan leasing serta masyarakat," jelas Sandy beberapa saat lalu.

Sekedar info, saat ini penjualan mobil bekas masih ada juga dipool Blue Bird dan tetap akan berjalan meski sudah ada platform bursa mobil bekas.

Sandy menjelaskan kontribusi kinerja anak usahanya masih kecil yakni dibawah 10% dari total pendapatan BIRD. "Tetapi tujuan akhir yakni untuk memperkuat ekosistem bisnis dari grup Blue Bird," jelasnya.

Selain itu, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mulai fokus kembangkan bisnis secara business to consumer (B2C) dan juga consumer to consumer (C2C) lewat digital.

Halaman
123
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved