Melirik Prospek Investasi Properti di Banjarbaru
Kedekatannya dengan bandara ini, menjadikan Banjarbaru ditetapkan sebagai kawasan “Aerocity”
TRIBUNNEWS.COM – Satu di antara kota baru yang sedang “naik daun” di Pulau Kalimatan adalah Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Sejak lima tahun lalu, Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengarahkan pengembangan relokasi kantor pemerintahan Pemprov Kalimantan Selatan ke Banjarbaru.
Pemindahan aktivitas pemerintahan Kalsel ini men-stimulasi pertumbuhan aktivitas bisnis dan ekonomi di segala bidang, terutama di sektor perumahan.
Pengembangan Banjarbaru ini tergolong istimewa, karena masuk dalam rencara pengembangan 10 kawasan perkotaan baru di Indonesia yang tercantum dalam RPJM Nasional tahun 2014-2019.
Fokus pengembangan sebagai pusat permukiman baru yang layak huni didukung fasilitas ekonomi, serta sosial budaya.
Wilayah Banjarbaru juga dinilai sangat strategis, karena keberadaan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, di Kelurahan Syamsudin Noor Kota Banjarbaru (kurang lebih 15 kilometer sebelah barat pusat kota Banjarbaru), menjadi magnet pertumbuhan bagi kemajuan daerah sebagai gerbang utama Kalimantan Selatan.
Kedekatannya dengan bandara ini, menjadikan Banjarbaru ditetapkan sebagai kawasan “Aerocity”, pengembangan sebuah kawasan metropolitan yang berlokasi dan memanfaatkan keekonomian dari bandara sebagai pusatnya.
Pengembangan Banjarbaru sebagai kota bandara (aerocity) membuat investasi di segala bidang sangat prospektif.
Saat ini pembangunan kota baru Banjarbaru, khususnya infrastruktur masih terus berlangsung di antaranya pembangunan Jalan Lingkar Utara, dan pembangunan Embung Lokudat, yang diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan kota dan perekonomian Banjarbaru.
Bisnis properti
Pengembangan Kota Banjarbaru yang begitu masif juga berdampak positif terhadap peningkatan permintaan hunian atau tempat tinggal di wilayah tersebut.
Salah satu kawasan perumahan mendapat imbasnya adalah perumahan CitraMitra City, Banjarbaru yang lokasinya dekat (berseberangan) dengan perkantoran baru Gubernur Kalimatan Selatan, yang menjadi pusat pemerintah, sekaligus ibukota provinsi baru Kalsel.
Kawasan perumahan berskala kota (township), sekitar 200 hektar yang dikembangkan oleh Ciputra Group ini, diproyeksikan menjadi kota mandiri yang sempurna dan unik.
Mateus Anggut, Project Manager CitraMitra City, Banjarbaru menyebut township ini merepresentasikan gaya hidup dan prestige dari para penghuninya, sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalsel.
Menurut dia, meski belum terlalu booming, tren penjualan rumah di proyeknya terus meningkat seiring dengan perkembangan pembangunan Kota Banjarbaru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/citramitra-city-banjarbaru.jpg)