Breaking News:

Menteri Budi Karya Targetkan LRT Jabodebek Mulai Beroperasi Tahun 2021

Menhub mengatakan, akan ada uji coba yang dilakukan secara bertahap, dan detail dalam satu tahun untuk 31 kereta LRT yang ada.

Tribunnews/JEPRIMA
Seorang pekerja melintas dibawah kepala gerbong kereta layang ringan atau light rail transit (LRT) produksi PT INKA saat dilakukan pengangkatan ke lintasan di Stasiun LRT Harjamukti, Depok, Minggu (13/10/2019). Satu rangkaian atau trainset utuh produksi PT INKA yang terdiri atas enam gerbong LRT telah tiba di Jakarta pada pekan lalu dan akan memasuki tahap uji coba, Kereta ini diangkut dari gudang produksi LRT INKA di Madiun, Jawa Timur. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan Light Rail Transit (LRT) beroperasi tahun 2021.

"Saat ini kita akan lakukan penyelesaian tes sarana, dan konstruksi secara bersamaan. Kita harapkan operasional mulai tahun 2021," ucap Budi Karya saat menyaksikan pengangkatan kereta LRT Jabodebek di Stasiun Harjamukti Cibubur, Minggu (13/10/2019).

Dalam keterangannya, Menhub mengatakan, akan ada uji coba yang dilakukan secara bertahap, dan detail dalam satu tahun untuk 31 kereta LRT yang ada.

Satu rangkaian LRT yang telat dikirim oleh PT INKA pada 8 Oktober 2018 lalu, akan dilakukan tes dinamis yang dijadwalkan pada tanggal 18 Oktober 2019.

Tes yang dilakukan terhadap 31 rangkaian kereta LRT ini, meliputi traction system test, low speed test, high speed test, traction performance test, dan Passsenger Information Display.

Baca: LRT Jabodetabek Akan Diuji Coba Mulai 18 Oktober 2019

Diketahui progres pembangunan LRT Jabodebek saat ini sudah mencapao 66,13 persen, dengan rincian untuk Lintas Cawang-Cibubur 85,73 persen.

Sementara lintas Cawang-Kuningan-Dukung Atas 56,10 persen, dan lintas Cawang-Bekasi Timur 59,52 persen. Ketiga lintasan ini diprediksi akan selesai pada tahun 2020.

Menhub Budi Karya menyebutkan, tarif dari Cibubur-Dukuh Atas nantinya Rp 12.000, dan itu sudah disubsidi sebesar 50 persen dari pemerintah.

Kereta LRT saat beroperasi nantinya dapat menampung 1308 penumpang dalam kondisi padat, dan dalam keadan normal sebanyak 740 penumpang. Dengan waktu tunggu penumpang selama 2-3 menit.

Sebagai informasi, LRT atau kereta api ringan merupakan moda transportasi yang beroperasi diatas rel, dengan sistem konstruksi yang ringan. Sistem konstruksi ringan pada LRT diperuntukan bagi beban ringan dan gerakan cepat.

LRT ini banyak digunakan diberbagai negara, seperti Filipina, Malaysia, Kanada, Amerika Serikat, dan Pakistan. LRT saat ini sudah mengalami modernisasi, dengan digerakan secara elektrik.

Kelebihan LRT, yaitu dapat beroperasi bersamaan dengan lalu lintas lain, karena memiliki trem atau lintasan khusus, dan membuat daya angkut serta keceptan perjalanan lebih unggul saat di dalam trem.

LRT yang sedang dalam proses pembangunan, akan bekerja dengan konsep memindahkan penumpang lebih banyak, dengan rute yang banyak pula.

Dalam situs resmi LRTJakarta, kereta ringan ini menggunakan teknologi third rail di dalam trem, yang dibuat mampu menjangkau rute perkotaan dari satu tempat ke tempat lain, dengan waktu tempuh yang cepat.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved