Breaking News:

Bank Indonesia Incar Pedagang Pasar dan Mahasiswa Gunakan QR Code

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, ada dua segmen yang ingin disasar oleh BI dalam kampanye ini.

TRIBUN/HO
Vice President Public Affairs GOJEK Siti Astrid Kusumawardhani (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Aizzudin Abdurrahman (dua kanana) disaksikan dan Head of Corporate Communication GO-PAY Winny Triswandhani (kiri) melakukan pemindaian QR Code dalam acara peluncuran kerja sama strategis 'Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Digital' antara GOJEK, GO-PAY dengan NU Care-LazisNU di Jakarta, Rabu (16/7/2019). GO-PAY kini dapat dipakai untuk pembayaran zakat, infaq dan sedekah secara non-tunai. dan diharapkan melalui kerjasama ini dapat memudahkan 90 juta warga NU bersedekah. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bakal melakukan kampanye besar-besaran mengenai penggunaan Quick Response (QR) code standar Indonesia atau QR code Indonesia Standard (QRIS) beberapa waktu ke depan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, ada dua segmen yang ingin disasar oleh BI dalam kampanye ini.

Segmen yang pertama adalah pedagang-pedagang di pasar, yang kedua adalah pelajar dan mahasiswa di universitas.

Sehingga harapannya, tingkat inklusi keuangan masyarakat bisa meningkat.

"Kami mendukung financial inclusion dengan melakukan program QRIS besar-besaran yang menyasar dua segmen, yang pertama sekolah atau universitas, kami akan invasi di situ, kedua di pasar-pasar tradisional," ujar Onny ketika memberikan keterangan pers mengenai Bulan Inklusi Keuangan di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Onny mengatakan, di awali dengan melakukan transaksi secara digital, harapannya masyarakat bakal memicu kesadaran untuk menabung.

Target jangka panjangnya, masyarakat juga bakal mengenali berbagai produk keuangan lain mulai dari asuransi, pinjaman/kredit, hingga investasi.

"Karena uang disisihkan di sana (QRIS), diharapkan lambat laun dengan literasi yang meningkat akhirnya mereka melakukan saving, kemudian insurance, lending, investment," ujar dia.

Baca: BI Luncurkan Standar QR Code di Indonesia

Onny pun mencontohkan majunya inklusi keuangan di Hong Kong yang dipicu oleh transaksi digital. Menurut dia, saat ini di sana hampir setiap penduduknya berinvestasi melalui instrumen pasar modal.

Indikasi hal tersebut pun sudah mulai muncul di Indonesia dengan keberadaan berbagai fintech yang melayani transasi pasar modal untuk nasabah ritel.

"Di Hong Kong, setiap warga negara punya saham belinya ritel dan kita di Indonesia sudah mulai dg kehadiran fintech-fintech di investment dan ritel," ujar Onny.

"Nah BI dalam mendukung program finansial inklusi dan perlindungan konsumen kita mengatur berbaagai hal terkait transaksi non cash dan kita ada program noncash dalam mendukung fiansnial inclusion, salah satunya campaign mengenai QRIS," jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BI Dorong Transaksi di Pasar Tradisional Pakai QR Code"

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved