Menhub Janji Tambahkan 2 Kapal dan Perbaiki Program Tol Laut di Maluku

Di sektor transportasi laut, Menhub Budi menjelaskan akan merevitalisasi dan mengoptimalkan kapal-kapal yang sudah beroperasi di Maluku

Menhub Janji Tambahkan 2 Kapal dan Perbaiki Program Tol Laut di Maluku
TRIBUNNEWS.COM/RIA A
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai bertemu dengan Gubernur, para walikota dan bupati Provinsi Maluku 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertemu dengan Gubernur Maluku Murad Ismail dan sejumlah Bupati dan Walikota Se-Provinsi Maluku untuk membahas pembangunan infrastruktur transportasi di Provinsi Maluku di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Maluku pada Oktober lalu.

Salah satu arahannya terkait pengembangan transportasi laut dan perbaikan program tol laut guna mengurangi persaingan tidak sehat.

Di sektor transportasi laut, Menhub Budi menjelaskan akan merevitalisasi dan mengoptimalkan kapal-kapal yang sudah beroperasi di Maluku, mengingat konektivitas melalui laut sangat dibutuhkan masyarakat di Maluku.

Dia akan menambahkan dua kapal angkutan barang dan angkutan penumpang di wilayah tersebut.

“Kita akan mengoptimasikan kapal-kapal yang ada disana. Saat ini ada 4 kapal, kita sudah bangun 1 kapal dan kita akan tambahkan 1 kapal, jadi akan ada 6 kapal baru yang dioperasikan. Kita akan berikan pengelolaannya ke BUMD,” kata dia.

Baca: Pemerintah Bakal Kembangkan Tiga Bandara di Maluku

Mantan Dirut Angkasa Pura II itu juga menerima masukan terkait dengan pembangunan sejumlah dermaga. Budi mengatakan telah menugaskan Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk mensurvey kemungkinan dibangunnya dermaga.

Selain itu, terkait dengan pelaksanaan program tol laut di Maluku, dia mendorong pihak Pemda Maluku untuk dapat menempatkan satu orang perwakilan misalnya di Surabaya, Jawa Timur.

“Selama ini rupanya ada masalah hubungan yang kurang baik, sehingga pada saat meminta kebutuhannya ke Surabaya, barangnya sudah habis. Dengan menempatkan perwakilan di sana (Surabaya) nantinya semua kabupaten di Maluku dapat mendaftarkan kebutuhanya dan kita akan berikan prioritas kepada permintaan tersebut untuk dibawa melalui Kapal Tol Laut,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini Provinsi Maluku 31 pelabuhan penyeberangan yang beroperasi di Provinsi Maluku dengan 66 lintas penyeberangan (4 lintas komersial, 62 lintas perintis) yang dilayani 25 unit kapal (8 unit komersial, 17 unit perintis).

Selain itu terdapat 3 trayek Tol Laut yang melayani di Provinsi Maluku dengan 9 pelabuhan singgah, yaitu Kisar, Moa, Larat, Tepa, Namrole, Namlea, Saumlaki, Dobo, dan Elat.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved