Breaking News:

Virus Corona

Cerita Gubernur BI Menangis saat Tangani Dampak Ekonomi Virus Corona

Perry pun menceritakan perjuangannya berdasarkan kisah Nabi Nuh yakni membuat kapal besar untuk berlindung ketika ada musibah.

Yanuar Riezqi Yovanda/Tribunnews.com
Gubernur BI Perry Warjiyo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menangani dampak ekonomi dari pandemi virus corona atau Covid-19 tidak mudah, pemangku kebijakan moneter pun dibuat kerja keras supaya stabilisasi perekonomian Indonesia terjaga.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo misalnya, sudah melakukan berbagai upaya stabilisasi nilai tukar melalui triple intervention dari pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

Perry pun menceritakan perjuangannya berdasarkan kisah Nabi Nuh yakni membuat kapal besar untuk berlindung ketika ada musibah.

Baca: BREAKING NEWS - Naik Lagi, Jumlah Pasien Corona di Indonesia Jadi 2.956 Kasus, 222 Sembuh

Baca: Jadwal Misa Pekan Suci Paskah 2020, Live Streaming Misa Online Kompas TV, TVRI, hingga YouTube

"Saya terima kasih selama ini diajari oleh orang tua cerita-cerita Nabi Nuh dan yang yang lain. Nabi Nuh bagaimana membangun kapal untuk kuat menghadapi (musibah) itu," ujarnya saat rapat virtual bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Karena itu, Perry berharap para anggota dewan bisa mendukungnya untuk menanganinya dampak ekonomi dari virus corona ini.

Bahkan, ia mengingatkan, bahwa air matanya jatuh demi melawan virus tersebut supaya tidak menjangkiti ekonomi negara lebih lanjut.

"Mohon dukungan dan beri kami waktu untuk mendiskusikan secara detail, mohon dukungan, doanya supaya kuat. Saya setiap malam itu setiap hari nangis dengan kawan-kawan di BI, keadaan ini benar-benar isu yang sangat kompleks," kata Perry.

Menurut Perry, Indonesia tidak sendirian dalam melawan virus corona yang sudah hampir menjangkiti seluruh negara di dunia dari sisi kesehatan dan ekonomi.

"Seluruh dunia menghadapi dan disinilah betul-betul kita harus bisa maksimal. Kami sedang rumuskan aturan teknis pemulihan bersama OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan," pungkasnya.

Penulis: Yanuar Riezqi Yovanda
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved