Breaking News:

Indef: Indonesia Hadapi Krisis Pangan, Jangan Tambah dengan Inflasi akibat Cetak Uang Rp 600 T

Bhima mengkritik usulan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Rupiah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com,  Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom muda Indef Bhima Yudhistira mengkritik usulan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun.

Uang itu, nantinya digunakan untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia ditengah pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut Bhima, Banggar DPR RI mengusulkan untuk mencetak uang hingga Rp 600 triliun tanpa kajian secara menyeluruh.

Pasalnya, Banggar DPR tak menjabarkan secara rincian sektor ekonomi mana yang terdampak akibat Covid-19.

Baca: Rencana Robohkan Masjid di Wangon Hanya Gertakan Takmir, Kecewa Warga Disuruh Ibadah di Rumah

Baca: KJRI Pastikan 219 Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong Telah Kembali ke Tanah Air

Baca: Pemprov DKI: Total 3.022 Orang Dinyatakan Positif Corona Seusai Jalani Rapid Test

"Mana hitung-hitungan dampaknya? Harus ada itu riset akademisnya apalagi nilai cetak uang yang diusulkan Rp 600 triliun tidak kecil," kata Bhima saat dihubungi Tribunnews, Jumat (1/5/2020).

Bhima mengatakan, konsekunsi dampak inflasi akibat mencetak uang hingga Rp 60p triliun tidak perlu diperhitungkan lagi.

Saat ini, lanjut Bhima, Indonesia sudah dihadapi dengan prediksi krisis pangan. Sehingga, jangan ditambah lagi dengan potensi inflasi tinggi.

"Kita sudah menghadapi krisis pangan, ditambah lagi ada upaya penambahan supply uang tapi tidak berdasarkan pada permintaan ini bisa menyebabkan hyper inflasi atau inflasi yang sangat tinggi," ucap Bhima.

"Ujungnya bisa memukul daya beli masyarakat," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved