Breaking News:

FKMPI Usul Pemerintah Dongkrak Ekspor Hasil Hutan ke Korsel dan Jepang Pascapandemi Covid-19

Tujuan ekspor kayu olahan Indonesia yakni China, Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Korea terdampak parah karena pandemi tersebut

Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Sejumlah pekerja merapikan balokan kayu di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jateng, Jumat (26/9/2014). Indonesia mendulang untung dari perdagangan ekspor produk kayu ke negara-negara Eropa. Pada September 2013 hingga Maret 2014, ekspor kayu dari Indonesia ke Uni Eropa menanjak 7,2% menjadi US$ 260,3 juta dari tahun sebelumnya yang hanya US$ 242,8 juta. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Forum Komunikasi Masyarakat Perhutanan Indonesia (FKMPI) mengusulkan pemerintah mendongkrak ekspor hasil hutan paska pandemi virus corona atau Covid-19 ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

Pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan yang berat terhadap kinerja sektor usaha kehutanan. 

Baca: PKS Kasih Nilai 4 untuk Pemerintah Pusat, Alasannya Kerap Bikin Aturan yang Membingungkan

Tujuan ekspor kayu olahan Indonesia yakni China, Jepang, Amerika Serikat, Uni Eropa dan Korea terdampak parah karena pandemi tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), yang juga Ketua FKMPI, Indroyono Soesilo mengatakan pemulihan kinerja sektor usaha kehutanan yang terimbas karena pandemi Covid-19 harus sudah dimulai di awal semester II tahun 2020.

Sebagai langkah awal, dialog telah dilaksanakan dengan KBRI di Seoul dan Tokyo,

“FKMPI mengusulkan langkah-langkah untuk penanganan dampak setelah Covid-19,” ujar Indroyono dalam keterangannya Senin (18/05/2020), seusai dialog dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korsel dan Jepang.

“Yakni perluasan penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) ditingkat global, penguatan market intelligence produk kayu olahan Indonesia, 2 pertemuan bisnis dan misi dagang ke sentra industri pengolahan kayu serta pemanfaatan Indonesia Timber Exchange (ITX),” lanjutnya.

Sampai dengan April 2020, kinerja ekspor kayu olahan Indonesia turun 10 %, yang diikuti dengan penurunan kinerja produksi kayu bulat alam sebagai pemasok bahan baku industri sebesar 20 %.

Dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pasca Covid-19 sangat penting dan strategis, karena perannya sebagai ujung tombak dalam mendongkrak ekspor produk kayu olahan Indonesia .

Halaman
12
Berita Populer
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved