Minggu, 31 Agustus 2025

Virus Corona

ACI dan IATA Bikin Roadmap Bersama untuk Hidupkan Lagi Layanan Penerbangan

Sejumlah tindakan antisipatif penyebaran pandemi pun akan dilakukan di seluruh perjalanan penumpang.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
IST
Sejumlah maskapai penerbangan di Rusia disetujui mendapatkan kompensasi dari Pemerintah sebagai insentif terhadap pandemi Corona. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

 

TRIBUNNEWS.COM - Dua organisasi penerbangan besar dunia telah bergabung untuk mengeluarkan pedoman yang bertujuan mengembalikan bisnis industri perjalanan yang tengah terseok akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung.

Pandemi ini memang telah menyebabkan industri penerbangan mengalami kelesuan dan sekitar 95 persen pesawat di seluruh dunia terpaksa menghentikan sementara operasinya.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (21/5/2020), Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) dan Dewan Penerbangan Internasional (ACI) Dunia pada hari Selasa lalu telah mengumumkan peta jalan (roadmap) untuk membuka kembali sektor penerbangan global di tengah pandemi.

Sejumlah tindakan antisipatif penyebaran pandemi pun akan dilakukan di seluruh perjalanan penumpang.

Hal ini dianggap mampu meminimalisir risiko penularan corona di bandara dan di dalam pesawat.

"Langkah-langkah tersebut harus konsisten dilakukan secara global dan dapat terus ditinjau, diperbaiki, dan dihapus jika diperlukan," kata gabungan dua organisasi tersebut.

Baik ACI maupun IATA merupakan anggota utama dari sebuah gerakan yang disebut 'Covid-19 Aviation Recovery Task Force (CART)' yang dipimpin oleh Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Baca: BCA Siapkan Rp 39 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Libur Lebaran

Pedoman roadmap pun diusulkan oleh ACI dan IATA.

Laporan ini merekomendasikan beberapa protokol dari tahapan keberangkatan hingga kedatangan, termasuk pembatasan akses masuk ke bangunan terminal bagi staf dan para pelancong.

Baca: Terpapar Corona, Penjualan Truk Fuso Turun 28 Persen

Staf pemerintah yang memiliki kompetensi di bidang medis akan melakukan pemeriksaan suhu di titik masuk terminal.

Mereka juga akan memantau jarak sosial (social distancing) para penumpang, termasuk saat melakukan antrean.

Baca: Bangkok Bank Akuisisi 89,12 Persen Saham Bank Permata Senilai Rp 33,66 Triliun

Para penumpang akan diminta untuk menggunakan masker. Sementara masker yang dikenakan petugas bandara akan disesuaikan dengan peraturan setempat.

Opsi lain untuk check-in juga akan didorong untuk mengurangi titik kontak dan antrean para penumpang.

Baca: Viral 247 Awak Pramugari Batik Air Ajukan Petisi THR, Begini Tanggapan Lion Air Group

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan