Breaking News:

Virus Corona

New Normal Mulai Diterapkan di PT KAI, Ada Kemungkinan Tarif Naik

PT KAI mulai menerapkan new normal, membahas soal kemungkinan tarif naik hingga protokol untuk pekerja di bawah 45 tahun.

Tribunnews.com/ Hari Darmawan
Petugas melakukan penyemprotan disinfektan pada kabin kereta api di Stasiun Pasar Senen, Minggu (15/3/2020). Hal tersebut dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Dunia tengah bersiap menghadapi era baru yaitu new normal.

Pemerintah meminta semua sektor industri menyusun skenario new normal di lapangan.

Menteri Badan Usaha Milik Nasional (BUMN), Erick Thohir, menerbitkan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor 336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020.

Isi surat tersebut adalah mengatur seluruh perusahaan BUMN untuk siap mengantisipasi new normal.

Menanggapi hal ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengaku telah menyiapkan langkah-langkah tersebut.

Baca: Soal Virus Corona, Achmad Yurianto Sebut Kondisi Tak akan Bisa Kembali Normal

Baca: Menkes Terawan Keluarkan Protokol Keamanan Bekerja di Masa Pandemi Covid-19

"Saat ini kami sedang mempersiapkan protokol untuk mengantisipasi skenario penerapan The New Normal di KAI," kata Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Lebih lanjut, ia menjelaskan protokol itu nantinya akan mengatur langkah-langkah dan tahapan yang akan diterapkan oleh KAI dalam menyambut new normal yang akan dimulai Senin (25/5/2020) hari ini.

Akan Naikkan Tarif Bagi Penumpang Kereta Api Jarak Jauh

PT KAI tengah mengkaji kenaikan tarif perjalanan kereta api jarak jauh atau KAJJ.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk menyiasati tingkat keterisian kursi (okupansi) yang berkurang 50 persen selama pandemi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved